Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Jalan Tak Diperbaiki, Warga Ancam Demo Bupati
Penebel
BERITABALI.COM, TABANAN.
Jalan di sepanjang jalan Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan yang kondisinya rusak berat membuat warga setempat habis kesabarannya. Setelah melampiaskan kekecewanaan dengan menanam pisang di jalan yang rusak, warga Desa Mangesta yang tediri dari tujuh dusun mengancam demo apabila perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 15 Km itu tidak segera diperbaiki oleh pemerintah daerah Tabanan.
Seperti yang diutarakan Kepala Desa Mangesta Drs I Nengah Sudana saat memimpin gotong royong warganya menambal sejumlah ruas jalan yang bolong, Jumat (14/8).
"Apa yang dilakukan warga kami memanami pohon pisang di jalan yang rusak merupakan pelampiasan kekecewaan masyarakat,†jelasnya.
Baca juga:
Bocah 4 Tahun Ditemukan Tewas di Septic Tank
Karena selama ini, sejumlah proposal yang telah dikirimnya ke Bupati Tabanan terakit permohonan perbaikan jalan tidak pernah ada respon.
Dikatakannya, jalur Penebel-Mangesta-Jatiluwih dan Jurusan Kedampal-Belulang-Wongayo Betan-Kesambahan rusak berat dan perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah. Karena jalur ini merupakan jalur menuju 3 Pura Khayangan Jagat yakni Pura Luhur Batukaru, Pura Petali dan Pura Batu Panes.
“Disamping itu ada objek pemandian air panas yang sering dikunjungi wisatawan dan merupakan asset desa Mangesta,†bebernya.
Sejak empat tahun lalu kondisi jalan rusak yang berimbas menurunnya minat masyarakat mandi di air panes Belulang.
Dikatakannya, perbaikan terakhir dilakukan tahun 2004 silam, namun perbaikan sebatas tambah sulam dan tidak bertahan lama jalam kembali berlubang.
â€Kami dengar waktu perbaikan tahun 2004 jalur ini akan di hot mix, tapi pelaksanaanya berbeda hanya ditambal sulam,†ujarnya yang didampingi tujuh kelihan dinas dari masing-masing banjar.
Ditegaskannya, sudah dua surat permohonan perbaikan jalan dilayangkan pihaknya ke Bupati Tabanan. Yang pertama surat bulan Juni 2008 saat digelarnya Puja Wali di Pura Luhur Batu Panes yang jatuh tanggal 16 Juli 2008, kedua permohonan yang sama juga ditujukan kepada Bupati Tabanan tanggal 13 April 2009 terkait penilaian kelompok ternak tani tingkat nasional yang diwakili Kelompok ternak banjar Wongaya Betan, Desa Mangesta.
“Kedua permohonan itu sampai hari ini tidak terealisasai,†jelasnya. Begitu juga surat yang dikirim ke Gubernur Bali terkait permohonan perbaikan jalan tertanggal 13 April 2009 juga tidak ada jawaban. “apabila dalam waktu dekat ini tidak ada realisasi, kami akan demo,†kata salah satu tokoh masyarakat Mangesta menegaskan. (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan