Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jalan Tak Diperbaiki, Warga Ancam Demo Bupati

Penebel

Jumat, 14 Agustus 2009, 13:31 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Jalan di sepanjang jalan Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan yang kondisinya rusak berat membuat warga setempat habis kesabarannya. Setelah melampiaskan kekecewanaan dengan menanam pisang di jalan yang rusak, warga Desa Mangesta yang tediri dari tujuh dusun mengancam demo apabila perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 15 Km itu tidak segera diperbaiki oleh pemerintah daerah Tabanan.



Seperti yang diutarakan Kepala Desa Mangesta Drs I Nengah Sudana saat memimpin gotong royong warganya menambal sejumlah ruas jalan yang bolong, Jumat (14/8).



"Apa yang dilakukan warga kami memanami pohon pisang di jalan yang rusak merupakan pelampiasan kekecewaan masyarakat,” jelasnya.


Karena selama ini, sejumlah proposal yang telah dikirimnya ke Bupati Tabanan terakit permohonan perbaikan jalan tidak pernah ada respon.

Dikatakannya, jalur Penebel-Mangesta-Jatiluwih dan Jurusan Kedampal-Belulang-Wongayo Betan-Kesambahan rusak berat dan perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah. Karena jalur ini merupakan jalur menuju 3 Pura Khayangan Jagat yakni Pura Luhur Batukaru, Pura Petali dan Pura Batu Panes.

“Disamping itu ada objek pemandian air panas yang sering dikunjungi wisatawan dan merupakan asset desa Mangesta,” bebernya.

Sejak empat tahun lalu kondisi jalan rusak yang berimbas menurunnya minat masyarakat mandi di air panes Belulang.



Dikatakannya, perbaikan terakhir dilakukan tahun 2004 silam, namun perbaikan sebatas tambah sulam dan tidak bertahan lama jalam kembali berlubang.

”Kami dengar waktu perbaikan tahun 2004 jalur ini akan di hot mix, tapi pelaksanaanya berbeda hanya ditambal sulam,” ujarnya yang didampingi tujuh kelihan dinas dari masing-masing banjar.

Ditegaskannya, sudah dua surat permohonan perbaikan jalan dilayangkan pihaknya ke Bupati Tabanan. Yang pertama surat bulan Juni 2008 saat digelarnya Puja Wali di Pura Luhur Batu Panes yang jatuh tanggal 16 Juli 2008, kedua permohonan yang sama juga ditujukan kepada Bupati Tabanan tanggal 13 April 2009 terkait penilaian kelompok ternak tani tingkat nasional yang diwakili Kelompok ternak banjar Wongaya Betan, Desa Mangesta.



“Kedua permohonan itu sampai hari ini tidak terealisasai,” jelasnya. Begitu juga surat yang dikirim ke Gubernur Bali terkait permohonan perbaikan jalan tertanggal 13 April 2009 juga tidak ada jawaban. “apabila dalam waktu dekat ini tidak ada realisasi, kami akan demo,” kata salah satu tokoh masyarakat Mangesta menegaskan. (nod)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami