Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ketut Cenik: Dadong Bisa Menangis

Beritabali.com, Batuan

Senin, 24 Agustus 2009, 15:59 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Klaim Tari Pendet oleh Malaysia disesalkan oleh berbagai pihak. Seniman tua Bali pun protes dan mengaku sedih atas klaim yang dinilai ngawurtu.



Ungkapan rasa kecewa diantaranya muncul dari maestro seni asal Desa Batuan Gianyar, tari Ni Ketut Cenik (90).



Cenik yang sudah berusia lanjut mengikuti perkembangan kasus ini lewat media TV dan penjelasan anggota keluarganya.


Lalu bagaimana perasaan Cenik setelah mengetahui Tari Pendet diklaim Malaysia?

“Dadong (nenek) tidak mau orang lain ambil (tari pendet), dadong bisa menangis. Kalo dadong ajarkan ke orang lain, baru dadong mau,” kata Cenik di rumahnya hari ini.

Cenik pantas merasa bersedih. Sebagai salah satu maestro seni tari di Bali, Cenik hapal betul berbagai jenis tari tradisional Bali. Ia juga hafal betul jika Pendet merupakan hasil karya seniman Bali, dan bukan karya seniman Malaysia.



Ni Ketut Cenik Lahir di Desa Batuan, Gianyar. Ia mulai menari sejak umur 15 tahun, meskipun pada awalnya banyak guru tari mengatakan kalau ia tidak mempunyai bakat untuk menari.

Ketika ia mulai belajar menari, teman-temanya telah pentas di berbagai pertunjukkan tari. Cenik merupakan orang terakhir yang diijinkan menari di depan khalayak ramai.

Cenik dikenal sebagi penari Joged Pingitan, yang merupakan sub-genre dari kelompok tari Legong Keraton.



Tari Joged Pingitan mempunyai gerakan yang sama dengan Legong Keraton, namun Cenik merubahnya dan menambahkan cerita dalam tarian tersebut seperti yang dikenal sekarang ini. (art)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami