Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Harga Sekam Melambung, Pembuat Batu Bata Menjerit

Beritabali.com, Gianyar

Rabu, 2 September 2009, 17:13 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Para pengrajin batu bata menjerit, pasalnya selain
permintaan lagi seret, harga bahan bakar jenis sekam (kulit padi kering) yang dipakai mengeringkan batu bata kian melambung.



Terkait persoalan ini, para pengrajin yang kebanyakan berasal Keramas, Blahbatuh dan Tulikup Gianyar itu tidak bisa ngomong banyak. Karena tidak ada pekerjaan lain.


Seperti misal yang disampaikan oleh salah satu pengrajin Batu Batu asal Banjar Gel-Gel, Keramas, Wayan Kade menuturkan, untuk bahan bakar jenis sekam harga per-truknya mencapai Rp 650 ribu. Bahkan, kadang–kadang harganya bisa juga Rp 700 ribu per truknya, gimana kami tidak menjerit,” jelas Kade, Rabu (2/9).



Satu truk sekam sambung Kade, bisa mengeringkan 5 ribu
bata merah. Untuk menjalankan usaha miliknya, Kade mengerjakan dua orang buruh. Jumlah karyawannya terus menyusut karena lesunya penjualan bata merah di pasaran.



Untuk bisa menghasilkan bata merah diperlukan beberapa proses, mulai dari mengali tanah liat. Tanah yang telah diaduk selanjutnya dimasukan ke alat cetak. Dengan buruh dua orang, bata merah yang dicetak setiap hari bisa mencapai
500 buah.

Sementara untuk mengeringkan dibutuhkan waktu sampai tiga minggu agar bisa dijual. Untuk mencegah bata merah retak, saat dikeringkan harus ditata rapi.

Lantas berapa harga jual bata merah kepada konsumen?
Kade menyebutkan, harga jual cetak per 1000 batu merah Rp 650 ribu. Ini berbeda dengan harga bata merah jenis asaban yang harganya bisa mencapai Rp 1 juta per 1000 bata merah.



“Saya hanya menjual jenis cetakan. Kalau jenis asaban biasanya dijual di Tulikup,” ungkapnya. (Art)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami