Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
KPA Bali Siapkan Program Mitigasi
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali mengembangkan program mitigasi untuk membantu anak-anak yatim-piatu yang orang tuannya meninggal akibat HIV/AIDS.
Program mitigasi ini juga diperuntukkan bagi anak-anak yang tertular HIV/AIDS dari orang tuanya. Program Mitigasi ini berbentuk pendataan dan pemberian batuan bagi anak-anak yatim piatu yang orang tuannya meningggal akibat HIV/AIDS
Ketua Pokja Humas KPA Provinsi Bali Prof. Nyoman Wirawan pada keteranganya di Sesetan, Kamis (3/9) menyebutkan program mitigasi ini untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup anak-anak yatim piatu yang orang tuannya meninggal akibat infeksi HIV/AIDS. Program ini juga untuk menghindarkan anak-anak yatim tersebut dari stigma dan diskriminasi.
Wirawan mengakui program mitigasi selama untuk anak yatim-piatu yang orang tuannya meninggal akibat infeksi HIV/AIDS selama ini telah berjalan di Bali, namun masih bersifat sektoral dan isindetal.
â€Sekarang kita mau rancang program mitigasi terutama bagi mereka yang ditinggal orang tuannya. Yatim piatu, terutama yang ODha yang anaknnya positif,†jelas Prof. Nyoman Wirawan.
Ketua Pokja Humas KPA Provinsi Bali Prof. Nyoman Wirawan menyebutkan dari hasil pencatatan KPA Bali dalam 2 minggu terakhir tercatat 70 anak-anak yatim-piatu yang ditinggal orang tuanya akibat infeksi HIV/AIDS.
Berdasarkan data KPA Bali jumlah kasus HIV/AIDS di Bali hingga Mei 2009 mencapai 2800 kasus. Dari jumlah tersebut sekitar 64,7 % diantaranya penularannya melalui heteroseksual. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3865 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1820 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang