Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jelang Galungan, “Sanggah" Diimpor dari Banyuwangi

Beritabali.com, Gilimanuk

Senin, 12 Oktober 2009, 20:44 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Rupanya sejumlah pedagang kelengkapan upakara asal Banyuwangi cukup pandai melirik peluang bisnis. Menjelang hari raya Galungan, sejumlah pedagang janur dan bambu untuk penjor bambu asal Banyuwangi, Jatim telah meramaikan Gilimanuk. Tidak hanya itu, sanggah (tempat banten,red) serta perlengkapan lain yang biasa terpasang pada penjor pun dijual oleh pedagang asal Banyuwangi.


Dari pantauan Senin (12/10), sejak beberapa hari yang lalu beberapa pedagang kelengkapan hari raya tersebut telah menyerbu Gilimanuk. Selain menjual janur dan bambu untuk penjor, mereka juga menjual sanggah dan hasil bumi seperti jagung dan padi yang sudah diikat untuk dipasang di penjor.

Meski, perjuangan mereka untuk berjualan terbilang berat lantaran mesti memikul barang dagangannya sejauh 500 meter menuju Pasar Gilimanuk dari pelabuhan namun tidak membuat mereka kehilangan semangat. Pasalnya, para pembeli sudah menunggu. Untuk bambu penjor, dijual bervariasi antara Rp. 15 ribu - Rp.25 ribu tergantung besar kecilnya bambu tersebut.

Sementara untuk sanggah penjor ditawarkan seharga Rp.25 ribu. Samsi, salah seorang pedagang bambu penjor dan sanggah mengaku tidak menyangka kalau barang dagangannya bakalan laris.


Awalnya saya coba-coba sehingga tidak menyangka kalau sanggah penjornya laku keras di sini (Gilimanuk,red),ujar pedagang asal Kalipuro, Banyuwangi. Meski laris, Samsi mengaku tidak bisa membawa barang dagangannyadalam jumlah banyak lantaran kesulitan mengangkutnya dari pelabuhan ke pasar Gilimanuk. Setiap hari saya hanya bisa membawa delapan sampai sepuluh sanggah penjor dan semunya laku terjual, tandasnya.


Samsi mengaku sanggah penjor yang dijualnya itu dibuatnya sendiri dengan melihat contoh dari televisi. Saya belajar buat sanggah ini karena belajar sendiri dari melihat contoh di televisi. Awalnya memang tampak susah dan rumit tapi setelah dikerjakan cukup mudah,terangnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami