Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perbekel Gunung Sari Bogem Warganya

Beritabali.com, Seririt

Jumat, 16 Oktober 2009, 18:01 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Gara-gara memperdebatkan masalah air minum milik desa di Desa Gunung Sari Kecamatan Seririt, seorang warga setempat menjadi korban aksi penganiayaan yang justru dilakukan Perbekel (kepala desa) setempat.

Kebebasan berbicara untuk menyampaikan pendapat bagi warga di Desa Gunung Sari Kecamatan Seririt masih dipandang sebelah mata oleh Perbekel Desa Gunung Sari, Gede Suradnya (40).


Buktinya, Made Ota (47) warga Dusun Sekar, Desa Gunung Sari menjadi korban penganiayaan saat berdebat dalam pertemuan di desa setempat terkait permasalahan air minum yang dilakukan Perbekel Gede Suradnya.


Tindakan kekerasan yang dilakukan oknum Perbekel Desa Gunung Sari telah ditangani sesuai prosedur yang berlaku, bahkan kasus tersebut telah memasuki tahap resume, ini sudah ditangani,tegas Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa, Jumat (16/10)



Pahumas Made Sudirsa membantah adanya indikasi keterlibatan jajaran Muspika Seririt terkait penangganan kasus tersebut, sebab prosedur tidak ditahannya pelaku atas tindak kriminal dibenarkan menurut undang-undang dengan berbagai pertimbangan tertentu.



Memang pelaku tidak ditahan karena beberapa alasan secara khusus sesuai aturan yang ada, tidak ada permainan dalam penanganan kasus di kepolisian walaupun itu melibatkn oknum pejabat,paparnya.

Berdasarkan informasi yang diterima beritabali.com, tidak tersentuhnya Perbekel Suradnya dari jeratan hukum, lantaran permintaan Jajaran Muspika Seririt.

Dalam laporan korban Made Ota di polisi menyebutkan, diduga pelaku merasa tersinggung dengan perkataan yang disampaikan dalam pertemuan membahas masalah air minum di Desa Gunung Sari.

Selanjutnya pelaku Gede Suradnya tiba-tiba memukul korban hingga mengakibatkan luka memar dan bengkak pada lengan kiri.

Aksi penganiayaan yang dilakukan Perbekel Desa Gunung Sari tersebut sudah sepekan lebih dilaporkan ke Mapolsektif Seririt. Namun sayang penanganan yang dilakukan polisi belum maksimal.


Sejumlah warga di Desa Gunung mengancam akan melakukan aksi demo akibat kurang transparannya upaya penegakan hukum yang dilakukan polisi termasuk adanya indikasi bermainnya Muspika di Kecamatan Seririt terkait keterlibatan Perbekel Gede Suradnya. (sas)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami