Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pratima Rp 100 Juta Lenyap di Pura Dalem Bongkasa

Minggu, 22 November 2009, 21:41 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Warga di sekitar Pura Dalem Bongkasa Jalan Kemuda Perum Penculuk Indah Denpasar, Sabtu (21/11) pagi, gempar. Kawanan pencuri menggasak tempat penyimpanan pratima yang nilainya mencapai Rp 100 juta.


Kasus ini sudah dilaporkan warga setempat, yakni I Gusti Mertayasa (49) tinggal di Jalan Komodo II/16A, Banjar Batas Peguyangan Timur Denpasar.

Pencurian pratima terjadi sekitar pukul 07.30 Wita. Dimana saat itu Jero Mangku, bermaksud bersih bersih di Pura Dalem Bongkasa yang terletak di Jalan Kemuda Perum Penculuk Indah Denpasar.

Saksi heran melihat pintu gudang tempat penyimpanan rusak. Padahal, setahu Jero Mangku, sebelumnya, Rabu (18/11), tempat penyimpanan pratima pintu sudah terkunci rapat.

Akibat hilangnya pratima, saksi melaporkannya ke banjar. Dari hasil pengecekan, ditempat penyimpanan itu, telah hilang 2 buah songsongan uang kepeng, 2 biji bung mas, uang kepeng satakan 2 lakat, pratima arca putrid yang berdiri di atas pedawang (penyu), 1 buah pecanangan berbentuk paksi, 5 buah prerai, 2 buah keris.


“Semua yang hilang benda skaral dan total kerugian 100 juta,” ujar warga setempat.



Aparat kepolisian Poltabes Denpasar timur, yang dihubungi langsung melakukan penyelidikan. Beberapa petugas identifikasi mencari sidik jari para pelaku. Namun hingga berita ini dionlinekan, belum diketahui apakah petugas menemukan sidik jari para pelaku.


Menurut Kapolsek Dentim AKP Gde Ariantha, dari hasil pemeriksaan, Jero Mangku mengatakan, tempat penyimpanan pratima masih terkunci.

“Tapi Sabtu pagi sudah rusak dan pratima hilang. Lagipula ada kerusakan dan langsung dilaporkan ke Polsek Dentim,” bebernya.

Kapolsek mengatakan, selain petugas identifikasi, anjing pelacak dari satwa K9 Polda Bali juga dilibatkan. Namun anjing pelacak sulit mendeteksi jejak pelaku dengan alasan, kasus ini diduga sudah terjadi lama, 12 jam lalu. “Anjing sangat kesulitan mendeteksi jejak pelaku karena kejadianya diperkirakan sudah berlangsung 12 jam lalu,” jelasnya.


Begitu pula dengan jumlah pelakunya. Kapolsek belum bisa menjelaskan berapa pelakunya karena pihaknya masih melakukan penyelidikan dilapangan. “Jumlah pelakunya belum diketahui, masih kita kembangkan,” tegasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami