Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Identitas Turis Diperjualbelikan Pada Komplotan Penipu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Modus kejahatan terbaru kini menyelimuti para turis mancanegara dan domestik yang datang ke Bali. Kejahatan ini terorganisir dan diduga melibatkan oknum instansi Bandara dan Imigrasi.
Kejahatan yang menyasar tamu hotel ini belum terekam aparat kepolisian. Kasus ini baru terungkap saat pertemuan Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna dengan komponen Bali Vila Asossiation.
Modus ini terkuak menyusul keresahan tamu yang menginap di hotel. Mereka kerap menerima telpon dari seseorang yang tidak dikenal dan menawarkan iming – iming hadiah dan bonus.
“Pelaku menelpon ke hotel dan minta disambungkan dengan para tamu. Anehnya, mereka tahu nama nama tamu yang menginap di hotel itu,†beber Kahar Salamun , General Manager (GM) Hotel All Season Kuta.
Yang paling aneh, kata Kahar, pelaku mengetahui persis nama, nomor kamar tamu menginap, bahkan berapa hari tamu ini menginap
Kahar Salamun menduga, para pelaku ini sudah beraksi lama merancang aksi penipuan terhadap tamu hotel. Bahkan dia menduga, kasus ini melibatkan orang banyak.
Diakui Kahar, pernah pihaknya melakukan penyelidikan terkait banyaknya laporan dari para tamu yang menginap.
Namun setelah diselidiki, ternyata ada indikasi identitas tamu hotel diperjual-belikan. Ada dugaan, jual beli melibatkan oknum airport atau imigrasi.
“ Ada jual beli nama, satu dihargai Rp 50 ribu. Jual nama ini harus lengkap identitas tamu, asal mana dan di kamar berapa dia menginap dan berapa lama,†bebernya blak blakkan.
Kasus ini sudah berjalan lama dan untuk menangkap basah pelaku, kata Kahar, sangatlah sulit. Karena banyak melibatkan orang, terutama kalangan asing. Para pelaku sudah mengincar korbannya saat turun dari badan pesawat.
Apabila tamunya warga Jepang, si penelpon gelap sendiri adalah warga Jepang. Begitu sebaliknya, kalau warga Belanda, si penelpon adalah warga Belanda.
“Kalau orang Indonesia maka yang telpon juga orang Indonesia,†paparnya.
Kapolda Irjen Sutisna mengatakan, kasus yang dilaporkan oleh pihak Hotel akan dijadikan bahan penyelidikan. Ini, katanya, merupakan modus terbaru yang melibatkan jaringan international.
“ Ini modus baru, masih kita kembangkan. Saya sudah memerintahkan Direktur Intelkam menyelidikinya,†tegas Kapolda. (spy)
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2970 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2054 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2029 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun