Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Identitas Turis Diperjualbelikan Pada Komplotan Penipu

Kamis, 26 November 2009, 09:48 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Modus kejahatan terbaru kini menyelimuti para turis mancanegara dan domestik yang datang ke Bali. Kejahatan ini terorganisir dan diduga melibatkan oknum instansi Bandara dan Imigrasi.

 

Kejahatan yang menyasar tamu hotel ini belum terekam aparat kepolisian. Kasus ini baru terungkap saat pertemuan Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna dengan komponen Bali Vila Asossiation.

Modus ini terkuak menyusul keresahan tamu yang menginap di hotel. Mereka kerap menerima telpon dari seseorang yang tidak dikenal dan menawarkan iming – iming hadiah dan bonus.

“Pelaku menelpon ke hotel dan minta disambungkan dengan para tamu. Anehnya, mereka tahu nama nama tamu yang menginap di hotel itu,” beber Kahar Salamun , General Manager (GM) Hotel All Season Kuta.


Yang paling aneh, kata Kahar, pelaku mengetahui persis nama, nomor kamar tamu menginap, bahkan berapa hari tamu ini menginap

Kahar Salamun menduga, para pelaku ini sudah beraksi lama merancang aksi penipuan terhadap tamu hotel. Bahkan dia menduga, kasus ini melibatkan orang banyak.

Diakui Kahar, pernah pihaknya melakukan penyelidikan terkait banyaknya laporan dari para tamu yang menginap.


Namun setelah diselidiki, ternyata ada indikasi identitas tamu hotel diperjual-belikan. Ada dugaan, jual beli melibatkan oknum airport atau imigrasi.



“ Ada jual beli nama, satu dihargai Rp 50 ribu. Jual nama ini harus lengkap identitas tamu, asal mana dan di kamar berapa dia menginap dan berapa lama,” bebernya blak blakkan.

Kasus ini sudah berjalan lama dan untuk menangkap basah pelaku, kata Kahar, sangatlah sulit. Karena banyak melibatkan orang, terutama kalangan asing. Para pelaku sudah mengincar korbannya saat turun dari badan pesawat.

Apabila tamunya warga Jepang, si penelpon gelap sendiri adalah warga Jepang. Begitu sebaliknya, kalau warga Belanda, si penelpon adalah warga Belanda.

“Kalau orang Indonesia maka yang telpon juga orang Indonesia,” paparnya.


Kapolda Irjen Sutisna mengatakan, kasus yang dilaporkan oleh pihak Hotel akan dijadikan bahan penyelidikan. Ini, katanya, merupakan modus terbaru yang melibatkan jaringan international.

“ Ini modus baru, masih kita kembangkan. Saya sudah memerintahkan Direktur Intelkam menyelidikinya,” tegas Kapolda. (spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami