Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bukan Rekayasa, Tapi Penyidik Salah Ketik Alamat

Kamis, 3 Desember 2009, 20:40 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Dugaan adanya rekayasa dibalik penangkapan Bandar togel asal Tionghoa, Handoko dan 6 rekannya, ternyata tidak benar. Polisi menyebutkan, bahwa ada kesalahan pengetikan pada alamat rumah kontrakan tersangka.

Sebelumnya, dalam pres rilis yang disampaikan Dit Reskrim Polda Bali baru baru ini, penggerebekan rumah kontrakan Bandar togel berlangsung di Perumahan Dalung Permai Jalan Surya Buana Blok III/110, Badung.

Kepala Lingkungan (Nyoman Widana) sempat melayangkan protes Polda Bali, karena merasa yakin tidak ada pengerebekan di rumah warganya.

Untuk mengklarifikasi hal ini, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar beserta jajaran Dit Reskrim Polda Bali AKP Beni Pramono, Kamis (03/12) mengajak sejumlah awak kuli tinta ke lokasi penggerebekan.

Dari pengamatan di lokasi, ditemukan fakta bahwa alamat yang disampaikan penyidik ternyata tidak benar. Yang benar adalah Perumahan Dalung Permai Blok K3/110, lingkungan Tegal Permai, Dalung, Badung.

“Tidak ada rekayasa, penyidik salah ketik saja, alamat yang benar ini,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Tegal Permai, Made Suarnata didampingi Lunmas Puspito Aroni, yang berada di lokasi mengatakan, dia ikut mendampingi polisi saat berlangsungnya penggerebekan.

“Saya lihat ada tujuh orang yang dibawa polisi,” ujarnya.

Diakuinya, para tersangka Handoko cs baru dua bulan tinggal di sana. Mereka mengaku bekerja sebagai wiraswasta.

Selama tinggal diperumahan, para tersangka berkelakuan baik sebagai warga biasa.

Mereka mengaku sebagai orang kuliahan dan pekerja wiraswasta. Bahkan, 4 dari tujuh tersangka yang tinggal di rumah kontrakan itu, terdaftar sebagai warganya.

“Empat orang yang tinggal disini terdaftar karena mereka menyerahkan kipem, namanya saya lupa,” bebernya.

Rumah yang dijadikan arena judi togel nomor Singapura, menurut Made Suarnata, adalah rumah artis lokal, tapi dia tidak tahu namanya.

Tujuh bandar togel nomor Singapura dipimpin Handoko Mintarja, bersama 6 karyawannya, Senin (23/11) malam, ditangkap jajaran Dit Reskrim Polda Bali.

Kawanan togel jaringan Lumajang-Bali-Singapura beromzet puluhan juta ini, digerebek saat merekap togel yang dikirim dari Lumajang oleh Usnan. (spy)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami