Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Pengantin Baru Dirampok dan Dibunuh
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pasangan pengantin baru pemilik toko grosir sepatu dan sandal di Jalan Dr Wahidin No 47 B, Denpasar, tewas dibantai. Pasutri itu diduga dirampok dan kemudian dibunuh.
Pasutri yang baru merayakan pernikahannya dua pekan lalu itu adalah Fenny Maria Suliyanto (27) dan Sugianto Halim (30).
Saat ditemukan, kondisi keduanya sangat mengenaskan, mengalami luka tusuk di sekujur tubuh.
Saksi mata di lokasi menerangkan, pasutri itu ditemukan tewas, pada Jumat (11/12) sekitar pukul 11.00 Wita, di ruko tempat tinggal mereka yakni toko Sejahtera Jalan Dr. Wahidin No 47 B Denpasar.
Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 Wita, para karyawan toko yang berjumlah tujuh orang hendak masuk untuk bekerja.
Tapi mereka menemukan ruko terkunci. Mereka pun menunggunya.
Tapi setelah ditunggu hampir dua jam lebih, ruko itu tidak juga dibuka. Tujuh karyawan akhirnya membuka paksa ruko dan naik ke lantai tiga.
Mereka pun kaget, setibanya di lantai tiga mereka melihat majikan mereka tewas dengan kondisi mengerikan.
Majikan perempuan mengalami luka di leher bagian belakang nyaris putus. Sementara suaminya, Sugianto Halim yang asli Jember ini, mengalami luka tusuk di punggung kanan dan telinga kiri robek sepanjang 3 cm.
Para karyawan kemudian melaporkan kasus itu ke pos polisi di Jalan Gajah Mada Denpasar.
Karyawan yang melaporkan majikan mereka tewas di lantai tiga,ujar petugas Poltabes Denpasar di lokasi kejadian.
Tim gabungan dari Polsek Denpasar Barat, Poltabes Denpasar dan Polda Bali langsung ke lokasi. Olah TKP memakan waktu hingga hampir enam jam dimulai dari pukul 12.00 hingga 18.00 Wita.
Warga yang tinggal dekat dengan ruko korban mengatakan, pasutri korban pembunuhan itu dari golongan keluarga yang ramah dan baik. Suka menyapa dan tidak sombong.
Ramah sekali orangnya, suka menegur, kata seorang warga Franky
Franky mengaku tidak mendengar apa-apa. Apalagi sampai jam menunjukkan pukul 24.00 Wita, Frenky dan keluarga belum tidur.
Pasutri itu baru saja merayakan pernikahan pada tanggal 21 Nopember 2009 lalu di Jember. Mereka juga baru saja mengontrak ruko itu enam bulan lalu.
Kapoltabes Denpasar Kombes Gede Alit Widana mengatakan, kasus ini masih diselidiki. Soal dugaan perampokan, Kapoltabes membenarkannya. Apalagi, di lokasi penemuan mayat, handphone korban hilang.
Dugaannya perampokan, tapi masih kita perdalam terus tegasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 551 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 486 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 419 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 417 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik