Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
ASEPHI: Perijinan Ekspor Harus Dipermudah
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Asosiasi Eksportir dan Produsen handicraft (ASEPHI) Bali mengusulkan kepada pemerintah untuk memindahkan proses birokrasi perijinan ekspor dari pusat ke masing-masing daerah.
Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pengurusan ijin dan mengurangi biaya pengurusan ijin ekspor yang cukup berbelit-belit.
Sekjen ASEPHI Bali Gde Arjawa pada keteranganya di Denpasar, Selasa (19/1) mengakui pengurusan ijin ekspor yang masih tersentralisasi di pusat menyebabkan lambanya proses ekspor dan hal ini sangat merugikan eksportir.
Disisi lain hal ini menyebabkan eksportir daerah tidak mampu bersaing di pasar internasional akibat keterlambatan jadwal ekspor.
Perijinan harus dipermudah, agar kita bisa bersaing dengan negara-negara Asean yang lain supaya dipermudah. Mengurus ijin eksport saja kita masih ke jakarta tidak melalui daerah, kata Gde Arjawa.
Sekjen ASEPHI Bali Gde Arjawa menyebutkan selain masalah birokrasi perijinan, permasalahan biaya angkut yang cukup tinggi akibat tingginya harga bahan bakar minyak juga membebani para eksportir.
Sedangkan berdasarkan data Dinas perindustrian dan perdagangan Bali total nilai ekspor Bali pada 2009 lalu mencapai 500 juta dolar amerika. Pada tahun ini total ekspor Bali ditargetkan meningkat 2,5 persen.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5977 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan