Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dibakar Cemburu, Gantung Diri

Senin, 13 September 2010, 21:04 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Diduga lantaran dibalut api cemburu karena melihat sepupunya diajak keluar pacarnya. Komang Bayu Kurniawan (23) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Minggu malam (12/9) di rumah sepupunya di Jalan Tudak Mawa, Blok 29 nomor 17, BTN Sanggulan Indah, Kediri. 

Sebelum ditemukan tewas menggantung, sekitar pukul 14.00 Wita Minggu siang korban sempat mengunjungi rumah sepupunya Ni Komang Ria Ariyanti di BTN Sanggulan. Korban asal Banjar Munduk Temu Kelod, Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan memang sering bertandang ke rumah sepupunya itu.

Namun saat sedang asik bermain, Ria kedatangan pacarnya Gusti Komang Edi Triana Kusuma, alias Gung Edi, 22, asal banjar koripan Kaja, Abiantuwung Kediri. Ria dan pacarnya kemudian pergi jalan-jalan ke Denpasar. Sementara itu korban tinggal sendiri di rumah tersebut dan korban sempat dititipi kunci rumah oleh Ria.

Saat pulang dari jalan-jalan sekiar pukul 18.30, Ria menemukan kondisi rumahnya sepi. Setelah dicari kebelakang, Ria menemukan sosok korban yang hanya tamatan SD itu sudah dalam posisi menggantung dengan ikat pinggang warna hitam.

Ria pun menjerit minta tolong. Warga yang mendengar kemudian berdatangan dan memberikan pertolongan dengan menurunkan tubuh korban. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Tabanan. Namun lacur, nyawa korban sudah tidak dapat ditolong kembali. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polisi.Kapolsek Kediri AKP Kompiang Srinadi, langsung turun ke TKP. Dikatakanya, berdasarkah hasil visum luar dari RS Tabanan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

 

Korban murni tewas karena gantung diri,jelasnya. Dia pun berlum berani mengungkapakan motif korban memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Belum jelas motifnya, jelasnya. Sementara itu jenasah korban telah dikuburkan Senin (13/9) di rumahnya di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami