Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lacak Jaringan, Polisi Selidiki Website Roberto

Senin, 20 September 2010, 19:08 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Jajaran Direktorat Reskrim Polda Bali berencana melacak jaringan tersangka Roberto Gamba (42), warga Italia yang tertangkap atas kepemilikan ratusan pretima (benda sakral umat Hindu) dengan menyelidiki website pribadinya.

Menurut Kasat I Dit Reskrim Polda Bali AKBP Beny Ajanto SiK, pihaknya telah membuka laptop tersangka Roberto Gamba. Namun, di file tersebut banyak tertera dokumen dokumen yang masih dalam analisa kepolisian. Apakah ada kaitannya dengan transaksi penjualan pretima.

Dokumen yang ditemukan di laptop banyak dan ini masih kita analisa apakah ada kaitannya dengan bisnis transaksi penjualan pretima, ungkapnya, pada Senin (20/9).Polisi menduga, tersangka Roberto memiliki website khusus, untuk memperlancar jaringan bisnisnya sebagai pedagang barang antik di Bali. 

Kepolisian sampai saat ini, katanya, masih melakukan penyelidikan terkait penjualan pretima ke Luar Negeri. Termasuk keterlibatan warga asing yang diduga rekan bisnis tersangka Roberto.

Ya, kita mencoba membuka websitenya dan akan kita telusuri apakah tersangka Roberto terlibat jaringan penjualan benda antik, termasuk keterlibatan warga asing lainnya, bebernya didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Drs. Gde Sugianyar SH.

Sampai saat ini total pelaku dalam kasus pretima berjumlah 7 orang. Mereka adalah Roberto Gamba asal Italia, I Komang Oka Sukaya, I Gusti Putu Oka alias Agung alias Gung Jaya, I Wayan Eka Putra alias Eka alias Sastra alias Surung, Komang Gede Pariana alias Apel alias Roko, I Gusti Agung Komang Suardika alias Komang Enok, I Gusti Lanang Sidemen. Diungkapkannya, 7 tersangka ini berperan sebagai penadah, suplayer dan pemetik.

 

Dari lima tersangka yang sudah ditangkap, dua tersangka ditangkap dua hari lalu di Tabanan dan Karangasem, ungkapnya.Mengenai apakah polisi masih menarget beberapa pelaku lain ? AKBP Beny membenarkannya. Pihaknya masih menyelidiki orang lain yang terlibat dalam kasus pretima ini. Para pelaku yang diduga terlibat bisa mengarah ke penadah, pemetik dan orang orang yang ikut-serta. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami