Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Akses Ke Gelar, Tersendat
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Objek wisata Gelar di Banjar Palungan Batu, Batuagung, Jembrana kini tidak bisa lagi dijangkau dengan kendaraan roda empat. Pun demikian dengan pengiriman hasil bumi milik penduduk di wilayah tersebut. Pasalnya, sejak dua minggu lalu jalan poros desa di wilayah Lingkungan Munduk Waru, Dauh Waru, Jembrana terhalang dua buah batu besar yang tidak mungkin dilewati oleh kendaraan roda empat.
Pantauan di lokasi, Kamis (16/6), terlihat dua buah batu besar menutupi jalan akses tersebut. Batu-batu tersebut jatuh dari tebing ke badan jalan.
Batu-batu tersebut hanya jalan setapak yang hanya mungkin dilewati oleh kendaraan roda dua satu persatu. Jika ada dua kendaraan roda dua yang ingin lewat pada saat bersamaan, salah satunya terpaksa harus mengalah karena jalan tersebut tidak memungkinkan.
Jika mengendarai kendaraan dalam kondisi berboncengan, yang dibonceng terpaksa harus turun dan jalan kaki saat melewati jalan tersebut. Jalan sempit yang masih tersisa itupun cukup membahayakan lantaran di tepi jalan tersebut terdapat jurang menganga.
“Longsornya sudah terjadi sebelum Galungan, tetapi sampai sekarang belum ditangani,” ujar Nyoman Sutarmi, salah seorang warga Palungan Batu, Batuagung. Akibat jalan terhadang batu besar, puluhan KK termasuk Sutarmi mengeluh karena anaknya sering kali terlambat tiba di sekolah. Selain itu, Sutarmi juga mengeluhkan dirinya tidak bisa lagi mengangkut hasil bumi untuk
dijual. “Kami berharap batu ini bisa segera digeser agar lalu lintas lancar dan kami bisa menjual hasil bumi kami ke kota,” pintanya.
Di tempat terpisah, Perbekel Batuagung, IGM Parnawa ketika ditemui, Kamis (16/12) mengaku kalau puluhan KK warganya yang tinggal bersebelahan dengan Lingkungan Munduk Waru tersebut kesulitan mengangkut hasil bumi lantaran dua bongkah batu besar itu masih menghalangi jalan.
Parnawa mengaku sudah melaporkan kejadian ini kepada Camat, Kesbangpollinmas dan sampai kepada Penjabat Bupati Jembrana. “Hingga kini belum terealisasi padahal masyarakat sangat mengharapkan agar batu besar tersebut segera digeser,” harapnya. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3797 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang