Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Akses Ke Gelar, Tersendat

Beritabali.com, Negara

Kamis, 16 Desember 2010, 19:17 WITA Follow
Beritabali.com

google map

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Objek wisata Gelar di Banjar Palungan Batu, Batuagung, Jembrana kini tidak bisa lagi dijangkau dengan kendaraan roda empat. Pun demikian dengan pengiriman hasil bumi milik penduduk di wilayah tersebut. Pasalnya, sejak dua minggu lalu jalan poros desa di wilayah Lingkungan Munduk Waru, Dauh Waru, Jembrana terhalang dua buah batu besar yang tidak mungkin dilewati oleh kendaraan roda empat.

Pantauan di lokasi, Kamis (16/6), terlihat dua buah batu besar menutupi jalan akses tersebut. Batu-batu tersebut jatuh dari tebing ke badan jalan.

Batu-batu tersebut hanya jalan setapak yang hanya mungkin dilewati oleh kendaraan roda dua satu persatu. Jika ada dua kendaraan roda dua yang ingin lewat pada saat bersamaan, salah satunya terpaksa harus mengalah karena jalan tersebut tidak memungkinkan.

Jika mengendarai kendaraan dalam kondisi berboncengan, yang dibonceng terpaksa harus turun dan jalan kaki saat melewati jalan tersebut. Jalan sempit yang masih tersisa itupun cukup membahayakan lantaran di tepi jalan tersebut terdapat jurang menganga.

“Longsornya sudah terjadi sebelum Galungan, tetapi sampai sekarang belum ditangani,” ujar Nyoman Sutarmi, salah seorang warga Palungan Batu, Batuagung. Akibat jalan terhadang batu besar, puluhan KK termasuk Sutarmi mengeluh karena anaknya sering kali terlambat tiba di sekolah. Selain itu, Sutarmi juga mengeluhkan dirinya tidak bisa lagi mengangkut hasil bumi untuk
dijual. “Kami berharap batu ini bisa segera digeser agar lalu lintas lancar dan kami bisa menjual hasil bumi kami ke kota,” pintanya.

Di tempat terpisah, Perbekel Batuagung, IGM Parnawa ketika ditemui, Kamis (16/12) mengaku kalau puluhan KK warganya yang tinggal bersebelahan dengan Lingkungan Munduk Waru tersebut kesulitan mengangkut hasil bumi lantaran dua bongkah batu besar itu masih menghalangi jalan.

Parnawa mengaku sudah melaporkan kejadian ini kepada Camat, Kesbangpollinmas dan sampai kepada Penjabat Bupati Jembrana. “Hingga kini belum terealisasi padahal masyarakat sangat mengharapkan agar batu besar tersebut segera digeser,” harapnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami