Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Petir Tewaskan Dua Perempuan Buruh Tani
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hujan lebat disertai angin dan sambaran petir yang melanda Jembrana sejak beberapa hari belakangan ini mulai makan korban. Dua orang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai buruh tani tewas mengenaskan setelah tersambar petir.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (3/2) menyebutkan saat kejadian Ni Made Karti (58) dan Ni Made Pariyanti (40) sedang sibuk membersihkan rumput yang mengganggu tanaman padi di Subak Celengan di Dusun Delod Pempatan, Mendoyo Dangin Tukad, Mendoyo.
Tiba-tiba, hujan deras disertai sambaran petir mulai turun. Dua ibu rumah tangga asal Dusun Delod Pempatan, Mendoyo Dangin Tukad, Mendoyo ini terjebak di tengah sawah dan memilih berteduh di gubuk yang ada di tengah sawah itu.“Saat berteduh itu hujan sedang lebatnya dan petir menyambar. Lalu ada kilatan petir dua kali yang ternyata menyambar istri saya dan temannya,” kata suami Karti, Wayan Werka, Kamis (3/2).
Werka mengaku sebelumnya tidak punya firasat sedikitpun akan ditinggal selamanya oleh istri tercintanya. Hal senada juga diungkapkan I Ketut Artana yang mengaku menyaksikan langsung dua ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai buruh tani itu tersambar petir.Menurut Artana, saat ditemukan baik Karti maupun Pariyanti sudah dalam keadaaan tewas dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
Saat kejadian saya juga sedang berteduh sekitar seratus meter di utara tempat mereka berteduh. Dalam hitungan detik, tiba-tiba ada petir menyambar mereka, katanya.Sambaran petir tersebut, tambah Artana membuat tiang penyangga gubuk tersebut patah dan atapnya hancur.
Sebelum kejadian, saya lihat Karti tampak bersandar pada tiang penyangga gubuk sedangkan Pariyanti duduk tidak jauh dari Karti. Lalu saat petir menyambar, tiang itu patah dan membuat keduanya terpental dan jatuh di tengah sawah, terangnya.Hingga kini, kedua jasad korban sambaran petir tersebut masih disemayamkan di rumah duka. Saat dikunjungi, Kamis (3/2) di dua rumah tersebut terlihat kesibukan warga bergotong royong mempersiapkan upacara pengabenan yang rencananya digelar bersamaan pada Senin (7/2) mendatang.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan