Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Petir Tewaskan Dua Perempuan Buruh Tani
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hujan lebat disertai angin dan sambaran petir yang melanda Jembrana sejak beberapa hari belakangan ini mulai makan korban. Dua orang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai buruh tani tewas mengenaskan setelah tersambar petir.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (3/2) menyebutkan saat kejadian Ni Made Karti (58) dan Ni Made Pariyanti (40) sedang sibuk membersihkan rumput yang mengganggu tanaman padi di Subak Celengan di Dusun Delod Pempatan, Mendoyo Dangin Tukad, Mendoyo.
Tiba-tiba, hujan deras disertai sambaran petir mulai turun. Dua ibu rumah tangga asal Dusun Delod Pempatan, Mendoyo Dangin Tukad, Mendoyo ini terjebak di tengah sawah dan memilih berteduh di gubuk yang ada di tengah sawah itu.“Saat berteduh itu hujan sedang lebatnya dan petir menyambar. Lalu ada kilatan petir dua kali yang ternyata menyambar istri saya dan temannya,” kata suami Karti, Wayan Werka, Kamis (3/2).
Werka mengaku sebelumnya tidak punya firasat sedikitpun akan ditinggal selamanya oleh istri tercintanya. Hal senada juga diungkapkan I Ketut Artana yang mengaku menyaksikan langsung dua ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai buruh tani itu tersambar petir.Menurut Artana, saat ditemukan baik Karti maupun Pariyanti sudah dalam keadaaan tewas dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
Saat kejadian saya juga sedang berteduh sekitar seratus meter di utara tempat mereka berteduh. Dalam hitungan detik, tiba-tiba ada petir menyambar mereka, katanya.Sambaran petir tersebut, tambah Artana membuat tiang penyangga gubuk tersebut patah dan atapnya hancur.
Sebelum kejadian, saya lihat Karti tampak bersandar pada tiang penyangga gubuk sedangkan Pariyanti duduk tidak jauh dari Karti. Lalu saat petir menyambar, tiang itu patah dan membuat keduanya terpental dan jatuh di tengah sawah, terangnya.Hingga kini, kedua jasad korban sambaran petir tersebut masih disemayamkan di rumah duka. Saat dikunjungi, Kamis (3/2) di dua rumah tersebut terlihat kesibukan warga bergotong royong mempersiapkan upacara pengabenan yang rencananya digelar bersamaan pada Senin (7/2) mendatang.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2929 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun