Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Petir Tewaskan Dua Perempuan Buruh Tani

Kamis, 3 Februari 2011, 19:58 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Hujan lebat disertai angin dan sambaran petir yang melanda Jembrana sejak beberapa hari belakangan ini mulai makan korban. Dua orang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai buruh tani tewas mengenaskan setelah tersambar petir.

Dari informasi yang dihimpun, Kamis (3/2) menyebutkan saat kejadian Ni Made Karti (58) dan Ni Made Pariyanti (40) sedang sibuk membersihkan rumput yang mengganggu tanaman padi di Subak Celengan di Dusun Delod Pempatan, Mendoyo Dangin Tukad, Mendoyo.

Tiba-tiba, hujan deras disertai sambaran petir mulai turun. Dua ibu rumah tangga asal Dusun Delod Pempatan, Mendoyo Dangin Tukad, Mendoyo ini terjebak di tengah sawah dan memilih berteduh di gubuk yang ada di tengah sawah itu.“Saat berteduh itu hujan sedang lebatnya dan petir menyambar. Lalu ada kilatan petir dua kali yang ternyata menyambar istri saya dan temannya,” kata suami Karti, Wayan Werka, Kamis (3/2).

Werka mengaku sebelumnya tidak punya firasat sedikitpun akan ditinggal selamanya oleh istri tercintanya. Hal senada juga diungkapkan I Ketut Artana yang mengaku menyaksikan langsung dua ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai buruh tani itu tersambar petir.Menurut Artana, saat ditemukan baik Karti maupun Pariyanti sudah dalam keadaaan tewas dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.

Saat kejadian saya juga sedang berteduh sekitar seratus meter di utara tempat mereka berteduh. Dalam hitungan detik, tiba-tiba ada petir menyambar mereka, katanya.Sambaran petir tersebut, tambah Artana membuat tiang penyangga gubuk tersebut patah dan atapnya hancur.

Sebelum kejadian, saya lihat Karti tampak bersandar pada tiang penyangga gubuk sedangkan Pariyanti duduk tidak jauh dari Karti. Lalu saat petir menyambar, tiang itu patah dan membuat keduanya terpental dan jatuh di tengah sawah, terangnya.Hingga kini, kedua jasad korban sambaran petir tersebut masih disemayamkan di rumah duka. Saat dikunjungi, Kamis (3/2) di dua rumah tersebut terlihat kesibukan warga bergotong royong mempersiapkan upacara pengabenan yang rencananya digelar bersamaan pada Senin (7/2) mendatang.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami