Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Petir Tewaskan Dua Perempuan Buruh Tani
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hujan lebat disertai angin dan sambaran petir yang melanda Jembrana sejak beberapa hari belakangan ini mulai makan korban. Dua orang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai buruh tani tewas mengenaskan setelah tersambar petir.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (3/2) menyebutkan saat kejadian Ni Made Karti (58) dan Ni Made Pariyanti (40) sedang sibuk membersihkan rumput yang mengganggu tanaman padi di Subak Celengan di Dusun Delod Pempatan, Mendoyo Dangin Tukad, Mendoyo.
Tiba-tiba, hujan deras disertai sambaran petir mulai turun. Dua ibu rumah tangga asal Dusun Delod Pempatan, Mendoyo Dangin Tukad, Mendoyo ini terjebak di tengah sawah dan memilih berteduh di gubuk yang ada di tengah sawah itu.“Saat berteduh itu hujan sedang lebatnya dan petir menyambar. Lalu ada kilatan petir dua kali yang ternyata menyambar istri saya dan temannya,” kata suami Karti, Wayan Werka, Kamis (3/2).
Werka mengaku sebelumnya tidak punya firasat sedikitpun akan ditinggal selamanya oleh istri tercintanya. Hal senada juga diungkapkan I Ketut Artana yang mengaku menyaksikan langsung dua ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai buruh tani itu tersambar petir.Menurut Artana, saat ditemukan baik Karti maupun Pariyanti sudah dalam keadaaan tewas dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
Saat kejadian saya juga sedang berteduh sekitar seratus meter di utara tempat mereka berteduh. Dalam hitungan detik, tiba-tiba ada petir menyambar mereka, katanya.Sambaran petir tersebut, tambah Artana membuat tiang penyangga gubuk tersebut patah dan atapnya hancur.
Sebelum kejadian, saya lihat Karti tampak bersandar pada tiang penyangga gubuk sedangkan Pariyanti duduk tidak jauh dari Karti. Lalu saat petir menyambar, tiang itu patah dan membuat keduanya terpental dan jatuh di tengah sawah, terangnya.Hingga kini, kedua jasad korban sambaran petir tersebut masih disemayamkan di rumah duka. Saat dikunjungi, Kamis (3/2) di dua rumah tersebut terlihat kesibukan warga bergotong royong mempersiapkan upacara pengabenan yang rencananya digelar bersamaan pada Senin (7/2) mendatang.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan