Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diserang Virus, Petani Tebang Pohon Kakao

Jumat, 25 Februari 2011, 19:16 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Sejumlah petani kakao di Jembrana rupanya sudah putus asa dengan serangan virus yang menyerang tanaman mereka. Berbagai upaya penanggulangan dilakukan namun tetap tidak membuahkan hasil. Akhirnya, petani memilih menebang pohon kakaonya dan menggantikannya dengan pohon kayu.

Sejumlah petani di Subak Abian Pangkung Jangu Kauh, Pohsanten, Mendoyo ketika ditemui, Jumat (25/2) mengaku sudah kehabisan akal untuk menanggulangi serangan virus. Upaya penanggulangan virus tersebut justru membuat para petani semakin banyak mengalami kerugian. Agar kerugian tidak bertambah besar, para petani menebang pohon kakaonya dan menggantikannya dengan pohon kayu, misalnya bayur.

"Dua hektar tanaman kakao di kebun saya terpaksa saya tebang semua. Saya menggantinya dengan pohon kayu yang saya rasa lebih menguntungkan," kata Ketut Tarya, salah seorang petani di Subak Abian Pangkung Jangu Kauh, Pohsanten, Mendoyo, Jumat (25/2). Tarya mengaku bagai buah simalakama saat berkebun kakao dengan kondisi terserang virus karena jika dipertahankan tentu akan banyak menguras biaya. Pun demikian jika ditebang yang juga banyak mengeluarkan biaya untuk ongkos menebangnya.

"Bahkan pohon coklat juga harus dibakar di kebun karena orang tidak mau memanfaatkannya sebagai kayu bakar," tandasnya. Tarya mengharapkan perhatian Pemkab Jembrana guna mengatasi permasalahan yang membelit para petani kakao."Sekarang mayoritas masyarakat Jembrana bertani dan berkebun dan mayoritas berkebun coklat, namun kalau sudah begini harus dicarikan solusinya agar petani kakao tidak gulung tikar," pintanya.

Tarya tidak memungkiri kalau Pemkab Jembrana melalu Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan pernah memberikan solusi untuk mengatasi serangan virus tersebut dengan menggunting dahannya yang terserang penyakit. "Namun, cara ini membutuhkan tenaga profesional agar virus tersebut tidak menyebar ke tanaman lainnya,"tambahnya. Sementara itu Bupati Jembrana, Putu Artha saat dihubungi awak media, Jumat (25/2) menegaskan kembali komitmennya untuk memajukan bidang pertanian dan perkebunan di Jembrana.

 

Menurut Artha, usai dilantik pihaknya telah meminta SKPD terkait untuk mendata penyuluh pertanian guna difungsikan kembali memberikan bimbingan dan penyuluhan langsung kepada petani. "Jika memang kena virus harus diketahui pasti jenis virus apa yang menyerang pohon coklat sehingga bisa ditangani," jelasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami