Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Ulat Bulu Sudah Serang 6 Kabupaten di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hama ulat bulu sudah menyerang 6 kabupaten dari 9 kabupaten/kota yang ada di Bali. Hingga kini Dinas pertanian dan Tanaman Pangan Bali sudah berhasil mengidentifikasi 3 jenis ulat bulu yang berbeda.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali I Made Putra Suryawan, di Renon Denpasar (13/4/2011).
"Saat ini hama ulat bulu sudah ada di 6 kabupaten yakni Buleleng, Denpasar, Gianyar, Jembrana, Karangasem dan Klungkung. Sementara di 3 kabupaten lain yakni Bangli, Tabanan, dan Badung, belum ditemukan serangan hama ulat bulu," jelas Putra.
Hingga saat ini Dinas Pertanian Bali masih meneliti jenis ulat bulu yang menyerang 6 kabupaten di Bali. Meski sudah berhasil mengidentifikasi 3 jenis ulat bulu yang berbeda, namun belum diketahui pasti jenisnya karena masih dalam penelitian.
"Kita juga belum bisa memastikan apakah ulat bulu ini sama atau berasal dari Pulau Jawa. Masih sedang kita teliti," ujarnya.
Lalu bagaimana ulat bulu ini bisa menyebar cepat dari satu kabupaten ke kabupaten lain di Bali?
"Kemungkinan penyebarannya lewat lampu mobil. Ulat yang sudah jadi kupu-kupu nempel di lampu mobil dan ikut terbawa mobil itu. Setelah lampu mobil mati, maka kupu-kupu yang kemudian menelurkan ulat bulu ikut turun di tempat mobil itu berhenti," jelasnya.
Ulat bulu juga sudah sampai di Pulau Nusa Penida Klungkung, yang terpisah dari daratan Bali.
"Ulat bulu bisa sampai di Pulau Nusa Penida Klungkung karena ikut terbawa lampu kapal laut yang menyeberang ke sana," ujarnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan