Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Predator Ulat Bulu Habis Diburu Manusia
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali menyatakan, merebaknya serangan hama ulat bulu di Bali disebabkan oleh terganggunya ekosistem di Pulau Bali. Dua predator atau pemangsa utama ulat bulu yaitu semut rangrang (semut merah) dan burung pemakan ulat bulu, kini populasinya semakin langka karena sering diburu manusia untuk kepentingan hobi dan komersial.
[pilihan-redaksi]
Dari hasil pantauan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Bali di beberapa lokasi penemuan ulat bulu di Bali, tidak dijumpai adanya predator atau pemangsa ulat bulu yakni semut rangrang atau di Bali disebut "semangah". Selain itu, burung pemangsa ulat bulu seperti burung "cerukcuk" juga sudah sangat jarang dijumpai di alam liar.
"Semut rangrang atau semut merah menjadi langka karena telurnya diburu untuk makanan burung. Sementara burung pemakan ulat bulu juga semakin langka karena ditangkap untuk dijadikan hewan peliharaan dalam sangkar di rumah-rumah warga," jelas I Made Putra Suryawan, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Propinsi Bali (13/4/2011).
Setelah merebaknya kasus serangan hama ulat bulu, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Bali akan mengeluarkan rekomendasi untuk melindungi predator atau pemangsa ulat bulu.
"Masyarakat diharapkan tidak lagi memburu telur semut rangrang dan burung pemakan ulat bulu agar bisa tetap menjaga keseimbangan ekosistem alam," ujarnya .
Selain akibat semakin langkanya predator, kondusifnya kembang biak ulat bulu di Bali juga disebabkan oleh musim hujan yang panjang, ketersediaan makanan yang banyak, serta anomali iklim dimana terjadi fluktuasi suhu panas dan dingin.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan