Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ulat Bulu Sutra Emas Akan Diternakkan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ledakan populasi ulat bulu kini semakin mengkhawatirkan, namun pemerintah provinsi Bali mempertimbangkan untuk menternakkan ulat bulu. Ulat bulu yang akan diternakkan adalah jenis ulat bulu sutra emas (Cricula trifenestrata) yang hidup liar di alam.
Kepala Dinas Pertanian Bali Made Putra Suryawan ketika ditemui Beritabali.com di Denpasar, Selasa (19/4) menyatakan secara morfologi ulat bulu sutra emas liar ini tidak beracun dan dapat dikonsumsi.Apalagi saat ini ulat bulu jenis sutra emas liar mengalami ledakan populasi di 2 kabupaten di Bali yaitu kabupaten Gianyar dan Karangasem.
"Ulatnya sendiri bisa dikonsumsi, kempompongnya bisa dikonsumsi, sementara kulitnya itu merupakan sutra emas liar, jadi sementara belum ada yang mau mengembangkan karena dia berbulu seperti menjijikkan padahal tidak beracun sama sekali," papar Made Putra Suryawan.
Menurut Suryawan, ledakan populasi ulat bulu sutra emas telah menarik minat seorang pengusaha tekstil dari Penatih untuk mengembangkannya, tetapi masih terkendala pada masalah teknologi.
Suryawan menyebutkan secara umum ulat bulu sutra emas liar selama ini cendrung menyerang daun tanaman jambu mete, kedondong, alpukat dan Kutat.Namun serangan ulat jenis ini tidak menyebabkan pohon menjadi mati, justru menyebabkan pohon menjadi produktif setelah tunas muda tumbuh kembali.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun