Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




16 Desa di Bali Berstatus Daerah Penularan Rabies Baru

Beritabali.com, Renon

Selasa, 4 Oktober 2011, 21:38 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com/Ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Renon. Tercatat  16 Desa di Bali ditetapkan sebagai daerah penularan rabies baru. Pada daerah tersebut baru ditemukan kasus rabies dalam 6 bulan terakhir, padahal sebelumnya belum pernah ditemukan kasus rabies di ke-16 desa tersebut. Dimana dari beberapa anjing yang diperiksa pada 16 desa tersebut menunjukkan positif rabies.

Kepala Dinas Peternakan Bali Putu Sumantra pada keterangannya kepada Beritabali.com di Renon, Selasa (4/10) mengatakan, walaupun kasus rabies menurun di Bali namun kemunculan kasus rabies harus tetap diwaspadai karena Bali sudah masuk kategori daerah endemis rabies.



Kemunculan kasus rabies pada 16 desa tersebut diperkirakan karena saat dilaksanakan vaksinasi belum seluruh anjing mendapatkan vaksinasi, terutama pada anjing-anjing liar.

“Anjing itu sebagian besar pada saat pelaksanaan vaksinasi , itu tidak tervaksin dia, apakah anjing itu kehutan atau ke tempat lain sehingga tim vaksinasi tidak dapat menangkapnya. Oleh karena itu kami berterima kasih pada masyarakat yang mau melaporkan ketika menemukan anjing aneh di desanya,” ujar Putu Sumantra.

Sumantra menyebutkan secara keseluruhan 273 desa telah tertular rabies. Namun 173 desa dinyatakan telah bebas kasus rabies karena dalam satu tahun terakhir tidak lagi ditemukan kasus rabies di desa-desa tersebut. (mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami