Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jalan Tol Benoa-Nusa Dua Segera Digarap

denpasar

Selasa, 29 November 2011, 22:54 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

 Selain proyek jalan underpass atau bawah tanah, dalam waktu dekat di Bali juga akan dibangun jalan tol yang menghubungkan Benoa-Nusa Dua. Kedua proyek ini diharapkan akan dapat mengatasi masalah kemacetan di Bali, khususnya di wilayah Kabupaten Badung bagian selatan seperti Kuta hingga Nusa Dua.
 
Deputi Menteri BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin mengatakan, proyek jalan tol Benoa menuju Nusa Dua, Kabupaten Badung akan segera dibangun sebagai terobosan guna mengatasi kemacetan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Awalnya proyek tersebut akan dibangun swasta melalui jalur darat lewat Serangan, Kota Denpasar menuju Benoa-Nusa Dua dengan total biaya Rp5,5 triliun. Setelah dua kali tender dengan skema sektor swasta pembiayaan melalui kemitraan publik (Publik Private Partnership/PPP) ternyata proyek itu sepi peminat,"jelasnya di Nusa Dua (28/11).

Akhirnya PT Jasa Marga bersama sejumlah BUMN lainnya membuat terobosan jalan tol di tepi pantai dengan biaya hanya Rp 2 triliun dan tidak membutuhkan anggaran pemerintah (APBN). "Nanti pada 21 Desember 2011 konstruksi jalan tol tersebut akan dimulai,"ujarnya.

Terkait rencana ini, DPRD Provinsi Bali menyatakan akan melakukan pengawasan terhadap proyek pembangunan jalan tol  yang menghubungkan Benoa, Kota Denpasar ke Nusa Dua, Kabupaten Badung.

"Itu memang proyek pusat, tetapi kami disini tetap melakukan pengawasan terhadap pembangunan tersebut. Pengawasan teknis akan dilakukan oleh instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum," kata Sekretaris Komisi III DPRD Bali I Gusti Made Suryantha Putra di Denpasar, Selasa (29/11).

"Yang menikmati hasil pembangunan tersebut adalah warga Bali. Maka dari itu kita harus bersama-sama melakukan pengawasan. Nantinya setiap bulan kami akan minta 'progress report' proyek tersebut. Kita belajar dari pengalaman proyek-proyek yang banyak bermasalah. Seperti ambruknya jembatan Kutai-Kertanegara (Kukar) di Kalimantan Timur. Kita tidak ingin itu terjadi di Bali," ujarnya. (dev)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami