Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Rektor Unud : Proses Pembangunan RS Pendidikan Sudah Normal
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Rektor Universitas Udayana Bali, Prof DR Made Bakta menyatakan, pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana Bali sudah melewati tahapan-tahapan yang normal. "Proyek pembangunan Rumah sakit Pendidikan Unud ini merupakan proyek pusat. Prosesnya normal, sudah melewati tahapan-tahapan yang ditentukan termasuk tender," kata Bakta, di Denpasar (13/2/20120.
Terkait adanya dugaan proyek Rumah sakit Pendidikan Unud terkait dengan tindakan korupsi mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin, Bakta menyatakan pihaknya tidak mengetahui hal tersebut. "Kita tidak kenal dengan beliau-beliau yang disebut di Jakarta itu, tendernya kita anggap normal, kita tidak tahu dan tidak kenal dengan PT DGI itu, kita anggap normal. Kita di daerah adalah penerima proyek itu dan tidak tahu menahu urusan itu, kami tidak tahu urusan (komisi) 13 persen itu, karena kami memang tidak kenal karena kami di daerah,"paparnya.
Sebelumnya, kalangan DPRD Bali meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan penyelidikan terhadap proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana Bali. Proyek ini diduga ada kaitannya dengan tindakan korupsi mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin.
"Proyek pusat bernilai ratusan miliar ini disebut sebagai salah satu proyek yang diloloskan terpidana Muhammad Nazaruddin," kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Bali Wayan Disel Astawa di Denpasar, Minggu (12/02/2012). Diesel menyatakan dalam persidangan, saksi kunci Mindo Rosalina Manulang menyebutkan, pada proyek yang juga dikerjakan oleh PT Duta Graha Indah (DGI) ini, terdakwa kasus suap pembangunan wisma atlet ini meminta komisi sebesar 13 persen.
"Dalam beberapa kali persidangan, rumah sakit pendidikan Unud disebut terkait dengan Nazaruddin, bahkan disebutkan ada fee 13 persen,"imbuhnya. Kasus ini, kata Diesel, harus diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menyeret pihak-pihak yang terlibat dengan kasus Nazaruddin.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan