Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Rektor Unud : Proses Pembangunan RS Pendidikan Sudah Normal
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Rektor Universitas Udayana Bali, Prof DR Made Bakta menyatakan, pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana Bali sudah melewati tahapan-tahapan yang normal. "Proyek pembangunan Rumah sakit Pendidikan Unud ini merupakan proyek pusat. Prosesnya normal, sudah melewati tahapan-tahapan yang ditentukan termasuk tender," kata Bakta, di Denpasar (13/2/20120.
Terkait adanya dugaan proyek Rumah sakit Pendidikan Unud terkait dengan tindakan korupsi mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin, Bakta menyatakan pihaknya tidak mengetahui hal tersebut. "Kita tidak kenal dengan beliau-beliau yang disebut di Jakarta itu, tendernya kita anggap normal, kita tidak tahu dan tidak kenal dengan PT DGI itu, kita anggap normal. Kita di daerah adalah penerima proyek itu dan tidak tahu menahu urusan itu, kami tidak tahu urusan (komisi) 13 persen itu, karena kami memang tidak kenal karena kami di daerah,"paparnya.
Sebelumnya, kalangan DPRD Bali meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan penyelidikan terhadap proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana Bali. Proyek ini diduga ada kaitannya dengan tindakan korupsi mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin.
"Proyek pusat bernilai ratusan miliar ini disebut sebagai salah satu proyek yang diloloskan terpidana Muhammad Nazaruddin," kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Bali Wayan Disel Astawa di Denpasar, Minggu (12/02/2012). Diesel menyatakan dalam persidangan, saksi kunci Mindo Rosalina Manulang menyebutkan, pada proyek yang juga dikerjakan oleh PT Duta Graha Indah (DGI) ini, terdakwa kasus suap pembangunan wisma atlet ini meminta komisi sebesar 13 persen.
"Dalam beberapa kali persidangan, rumah sakit pendidikan Unud disebut terkait dengan Nazaruddin, bahkan disebutkan ada fee 13 persen,"imbuhnya. Kasus ini, kata Diesel, harus diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menyeret pihak-pihak yang terlibat dengan kasus Nazaruddin.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun