Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
DPR RI Pertanyakan Penutupan Komisi Perlindungan Anak Bali
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
DPR RI mempertanyakan kebijakan pemerintah provinsi Bali yang menutup operasional Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Bali. DPR Ri menilai kebijakan pemerintah provinsi Bali tidak masuk akal ditengah semakin banyaknya kasus yang melibatkan anak di Bali.
Anggota Komisi 8 DPR RI H Mahrus Munir pada keteranganya di Renon, Jumat (2/3/2012) menyatakan sangat tidak masuk akal jika penutupanoparasional KPAI hanya karena alasan dana semata. Walaupun harus diakui dalam undang-undang perlindungan anak tidak ada kewajiban yang mengikat bagi daerah untuk membentuk KPAI.
“Apa betul karena itu, nanti saya akan ngomong sama KPAI , kenapa kemudian ada daerah semudah itu menstatus quokan KPAI kalau alasan dana misalnya, daerah lain kan juga sama mengalami keterbatasan dana,“ jelas H Mahrus Munir. Mahrus Munir beraharap pemerintah provinsi Bali mempertimbangkan kembali untuk membuka operasional KPAI Bali.
Sebelumnya pemerintah provinsi Bali menutup operasional KPAI Bali dengan alasan tidak adanya kewajiban bagi daerah untuk membentuk KPAI daerah, apalagi Bali telah memiliki Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2931 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun