Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Simakrama Gubernur di Jembrana, Artha curhat ke Pastika

Sabtu, 28 April 2012, 21:11 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Sejumlah persoalan yang terjadi di Bumi Makepung Jembrana, dibongkar habis Bupati Jembrana I Putu Artha, dalam Simakrama Gubernur Bali Made Mangku Pastika dengan masyarakat Jembrana di Wantilan Pura Jagatnata Kabupaten Jembrana, Sabtu (28/4). Kesempatan untuk menyampaikan unek-unek Bupati dihadapan ribuan masyarakat Jembrana yang memadati wantilan tidak disia-siakan Bupati Artha.

Persolan tersebut diantaranya, abrasi pantai yang melanda masyarakat pesisir Candikusuma, Cupel dan Pengambengan yang mengakibatkan sejumlah rumah dekat pantai porak poranda diterjang gelombang, meski Pemkab Jembrana telah memberikan bantuan dan bakal merelokasi penduduk yang jadi korban, namun lantaran anggaran terbatas hal tersebut belumlah cukup, Artha lantas meminta Gubernur Bali untuk turut mengatasi abrasi pantai yang tidak pernah surut.

Persoalan kependudukan yang dilontarkan Bupati Artha juga terungkap dalam simakrama tersebut. Menurutnya KK Miskin setelah dilakukan pencocokan dan penelitian ulang, jumlahnya ternyata meningkat tajam, dari sebelumnya tahun 2011 yang hanya disebutkan sebanyak 12.000 KK saat ini terjadi peningkatan lagi 6.000 KK. “ Ini jumlah riil dan tidak dipolitisasi “ ungkap Artha.

Begitu pula halnya persoalan jalan Nasional Denpasar – Gilimanuk yang hingga kini kondisinya sangat mengkhawatirkan di sejumlah tempat. Jalan penghubung utama masuk Bali dari barat ini banyak yang berlubang, bergelombang dan sering menimbulkan kecelakaan hingga memakan korban jiwa. 

Meskipun jalan nasional itu merupakan kewenangan Pusat melalui balai di Provinsi, tetapi masyarakat selalu bertanya kepada Pemkab Jembrana. “ Saya sering ditanya oleh masyarakat, apakah daerah tidak mampu perbaiki jalan “ ungkap Artha.Tidak hanya itu, jalan-jalan desa juga masih banyak yang rusak, tetapi lagi-lagi lantaran anggaran terbatas Pemkab Jembrana hanya mampu memperbaiki jalan sepanjang 70 km setiap tahun. Maka dari itu Bupati Artha kembali mengusulkan kepada Gubernur Pastika untuk membantu.

Selain itu sektor pendidikan dan kesehatan juga disinggung Bupati Artha, berbagai persoalan dan terobosan diutarakan Artha. Sektor pendidikan yang dilakukan dengan memberikan subsidi dan beasiswa kepada siswa berprestasi dan miskin telah dilakukan Pemkab Jembrana. Termasuk pembangunan sarana dan prasaran pendidikan secara bertahap terus dilakukan.

Di bidang kesehatan Artha mengungkapkan, pihaknya telah bergabung dengan program JKBM bahkan untuk mendukung program tersebut, status puskesmas ditingkatkan menjadi rawat inap termasuk mengantifkan Puskesmas Pembantu hinga jam delapan malam. Hanya saja kata Bupati Artha, kartu e-JKBM belum bisa dipergunakan, sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan JKBM masih menggunakan kartu KK dan KTP.

Sementara itu di bidang ekonomi, Bupati Artha di tahun 2012 ini, telah memasang anggaran untuk pembangunan pasar tradisional modern, untuk menumbuhkembangkan pedagang-pedagang lokal Jembrana.“ Pedagangnya tradisional, yang modern itu managementnya dan bangunannya “ kata Artha. Disamping itu, Artha juga mengusulkan agar Gubernur Pastika ikut membantu Kelompok Nelayan.

Yang tidak kalah pentingnya adalah soal keamanan Bali dan Jembrana sebagai pintu gerbang masuk Bali harus diberikan porsi yang lebih. “ Ketika ada ancaman keamanan Jembrana selalu diobok-obok “ ujar Artha. Untuk itu ia kembali meminta untuk mempercepat peralatan dan sistem pemeriksaan di Gilimanuk yang akan menggunakan  sistem mekanik (x ray ).

Mendengar persoalan dan usulan Bupati Artha, Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang hadir dengan sejumlah pejabat Pemprov Bali, merespon setiap persoalan yang diutarakan Bupati Artha. Menurut Pastika, simkarama sejatinya bertujuan untuk menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat secara terbuka dengan begitu masyarakat secara langsung ikut serta dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan.

Pastika bahkan dengan tegas meminta aparat dibawahnya untuk mencatat setiap usulan yang diungkapkan Bupati Artha. “Kita akan perhatikan dan tindaklanjuti itu semua “ jawab Gubernur.  Terkait kartu e-JKBM, Mangku Pastika tidak menampik, kalau kartu tersebut belum bisa digunakan, lantaran sistem dan teknologinya masih dimatangkan dan dipersiapkan. Di akhir simakrama, Gubernur Mangku Pastika secara simbolis menyerahkan bantuan operasional kepada Bendesa dan Subak di seluruh Kabupaten Jembrana.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami