Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Amerika di Bali Minta Bantuan Komisi III DPR RI

Selasa, 26 Juni 2012, 21:20 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com/dok

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

anaknya dibawa kabur oleh mantan istri dan kini 'dipenjara' di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus, Jakarta Timur, seorang warga negara Amerika Serikat di Bali, Eli Gattenio, mengaku frustasi. Berbagai cara ditempuh untuk mendapatkan kembali keempat orang anaknya, termasuk meminta bantuan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan presiden Amerika Barack Obama, namun hasilnya masih nihil. Kini Eli meminta bantuan kepada Komisi III DPR RI yang membawahi urusan hukum di Indonesia.

"Saya mohon kepada bapak I Gede Pasek Suardika, sebagai Ketua Komisi III DPR-RI yang membawahi urusan hukum. Saya mohon agar saya bisa dibantu agar bisa berkumpul kembali dengan ke empat anak saya. Saya sudah tidak tahu harus kemana lagi untuk mendapat keadilan di negeri ini, saya hanya inginkan keadilan, demi masa depan anak anak saya," ujar Eli di Kuta, Selasa (26/6/2012).

"Masak Corby dapat atensi dan grasi dari Presiden, tapi anak-anak saya masih 'dipenjara' dan disekap di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Departemen Sosial di Jakarta. Tidak ada yang peduli dengan kondisi mental anak-anak, hampir 4 bulan mereka tanpa sekolah dan sampai ketinggalan kelas. Siapa yang bertanggung jawab untuk hal ini? kata Eli.

Sebelumnya, Eli Gattenio juga telah meminta bantuan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Amerika Barack Obama pada (30/4/2012) lalu. Eli menuturkan hingga kini ia dan keempat putri yang dicintainya sudah berpisah selama 100 hari lebih.

Pada 28 Februari 2012, keempat anak Eli yakni Indigo Gattenio (12), si kembar Hope dan Joy (10), serta Nadia yang masih berumur 4 tahun, dibawa kabur mantan istrinya Sari Soraya Ruka ke Jakarta, tanpa seijinnya. Saat itu, Eli sedang tidak ada di rumah karena ditangkap petugas dari Polda Metro Jaya atas tuduhan teror lewat internet, yang dilaporkan mantan istrinya.

"Sejak anak saya dibawa kabur ke Jakarta, saya sudah bolak-balik ke Jakarta sampai 4 kali tapi hasilnya nihil. Akses saya untuk bertemu anak-anak saya juga sama sekali tidak ada,"ujar Eli sambil menangis.

Anak-anak, menurut Eli, sudah sangat ingin untuk pulang ke Bali untuk bertemu dan berkumpul kembali dengannya. "Anak saya yang paling besar, Indigo, pada 24 April lalu menyatakan ingin segera pulang lewat account twitternya. Indigo bilang mau pulang ke Bali untuk bertemu bapaknya dan ingin kembali ke sekolah. Dia juga bilang sudah putus asa dan bilang benci berada di Jakarta,"kata Eli.

Eli menyatakan dirinya hanya ingin keadilan dan anak-anak bisa kembali pulang dan bisa bersekolah lagi. "Kalau mau fair, silakan pertemukan saya dengan anak-anak dan ibunya, lalu biarkan anak-anak memilih. Jika mereka mau memilih untuk tinggal bersama ibunya, silakan, saya tidak akan menghalangi, ujar Eli.

Sebelumnya, Eli Gattenio juga sempat melakukan aksi mogok makan selama 12 hari. Ia memprotes tindakan mantan istrinya yang membawa kabur empat orang anaknya saat ia tidak ada di rumah karena ditahan di Polda Metro Jaya. Prahara rumah tangga ini berawal saat Eli Gattenio (51) bercerai dengan istrinya yang bernama sari soraya ruka pada bulan Mei 2010 lalu. Sejak itu Eli menjadi orang tua tunggal mengurus sendiri keempat putrinya Indigo Gattenio (12), si kembar Hope dan Joy (10), serta Nadia yang masih berumur 4 tahun.

 

Bulan Maret 2011, Eli mengancam bunuh diri bersama keempat anaknya karena ia diancam akan dideportasi ke Amerika tanpa anaknya. Pada bulan Desember 2011, Eli Gattenio membuat sayembara untuk menangkap mantan istrinya dengan hadiah Rp 50 juta. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami