Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Titik Api Di Hutan Gunung Agung Bali Mulai Berkurang

Minggu, 2 September 2012, 13:42 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Titik api yang menyebabkan kebakaran di hutan Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali kini mulai berkurang. Selain itu, lokasi kebakaran di gunung tertinggi di Bali itu berada di lereng terjel sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali untuk sementara menghentikan pemadaman secara manual.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan petugas setelah sebelumnya kemarin mengerahkan ratusan petugas gabungan dari semua unsur dibantu masyarakat sekitar bahwa pemadaman manual kini tidak diperlukan. "Hari ini tidak ada pengerahan petugas ke lokasi, cukup melakukan pemantauan saja setiap perkembangan yang terjadi," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Minggu (2/9/2012).

Menurutnya saat ini masih terdapat empat titik asap yakni dua di Kecamatan Abang dan dua di Kecamatan Kubu. Mengingat lokasi kebakaran jauh dari pemukiman warga, sehingga untuk sementara waktu pemadaman dihentikan. Menurutnya, setelah mengetahui lokasi kebakaran yang berada di lereng terjal dan arah perggerakan api yang terjadi khususnya pada siang hari sehingga sangat membahayakan keselamatan petugas yang hendak melakukan pemadaman.

Dari hasil pemantauan udara dengan Helikopter SAR Denpasar menunjukkan titik api menyebar di lereng terjal dengan ketinggian diatas 2500 diatas permukaan laut dan pemadaman secara manual tidak memberikan hasil yang maksimal. "Ketinggian api yang membakar pohon hingga empat meteran sehingga membahayakan para petugas yang hendak memadamkan api," imbuh Indra.

Sementara rencana pemadaman lewat udara batal dilakukan petugas. Pasalnya secara teknis tidak mungkin melakukan pemadaman dari udara lewat helikopter tangki bermuatan air karena pemadaman dari udara biasanya di atas hutan yang lokasinya datar, sehingga pilot tidak berani ambil resiko terbang rendah untuk melakukan pemadaman.

Sementara itu, menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, Nyoman Sutirtayasa, sesuai laporan petugas Pos Pemantau sejak Sabtu 1 September malam, kobaran api sudah mulai berkurang dan hanya terlihat titik kepulan asap. "Luas hutan pohon pinus di Gunung Agung yang terbakar berdasar peta, diprediksi mencapai 160 hektar," ujar Sutirtayasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (31/8/2012) sore hutan di Gunung Agung terbakar. Kobaran api berada di bagian timur sekitar Desa Bankubu dan Jungutan sampai dengan Kedampal di Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali. Kebakaran hebat yang terjadi hutan Gunung Agung itu bahkan terlihat hingga sejauh 30 kilometer dan terlihat jelas hingga Kota Amlapura Ibukota Kabupaten Karangasem, Bali.

 

 

Kebakaran hutan di Gunung Agung bukan kali pertama terjadi, sebelumnya pada Bulan Oktober 2011 lalu, si jago merah juga pernah mengamuk di hutan Gunung Agung sehingga menyebabkan lebih dari 60 hektar hutan di lereng timur dan utara Gunung Agung, ludes terbakar. 
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami