Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Pelaku Pariwisata Bali Kurang Menyerap Hasil Pertanian Lokal
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Para petani di Bali mengeluhkan perilaku para pelaku industri pariwisata di Bali yang kurang menyerap hasil pertanian lokal masyarakat Bali. Para petani di Bali mengaku industri pariwisata Bali menilai harga hasil pertanian di Bali terlalu mahal dan industri pariwisata Bali ingin membeli produk pertanian import yang lebih murah meski kualitasnya rendah.
"Alasan para pelaku industri pariwisata Bali adalah tidak adanya kontinuitas, volume, dan kualitas. Ini alasan yang tidak masuk akal karena semua hal tersebut bisa diatur sesuai kesepakatan, karena teknologi dan SDM memadai," ungkap Ketua HKTI Bali, Nyoman Suparta, di Kantor Bali Tourism Board Denpasar, Selasa (4/9/2012).
Menurut Suparta, hasil pengamatan dan pengalaman lapangan dalam mengadvokasi petani Bali menunjukkan, para pelaku pariwisata yakni hotel dan restauran tidak menerima hasil pertanian lokal Bali lebih disebabkan oleh penerapan kualitas ganda yang dilakukan pelaku pariwisata. Dalam kenyataanya di lapangan ia mencontohkan, kualitas buah dan daging sapi lokal Bali malah lebih baik dibanding dengan kualitas hasil import.
Kualitas ganda yang dimaksud adalah pihak hotel ingin membeli produk yang murah dengan kualitas yang sedang-sedang saja. "Kami pernah mendekati manajer sebuah hotel. Setelah dia melihat sendiri kualitas telur dan daging, maka ia menyatakan akan menggunakan produk kami. Namun setelah diantar ke pihak pembeli, mereka mengatakan harganya terlalu mahal dan ingin membeli produk import yang lebih murah tetapi kualitasnya rendah," imbuh Suparta.
Melihat kenyataan ini, Suparta meminta perlu ada kesepakatan antara pemerintah, petani, dan pelaku pariwisata Bali. Adapun poin kesepakatkan tersebut yakni harus mengutamakan produk lokal. Sedangkan dari pihak petani perlu memperhatikan kualitas, kontinuitas dan volume produk. "Ketiga unsur ini sangat bisa diatasi dan petani Bali mampu melakukan itu semua.
Jangan sampai menggunakan alasan kontinuitas untuk menyingkirkan produk lokal karena produksi lokal Bali sangat tergantung musim. Itu semua bisa diatasi," papar Suparta optimis
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1212 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 943 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 774 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 703 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik