Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Musim Kering, Ganggu Jadwal Tanam Padi Subak
BERITABALI.COM, TABANAN.
Musim kering tahun ini dampaknya sangat terasa bagi para petani. Karena kekeringan beberapa subak merubah jadwal musim tanam mereka. Seperti Subak Saih, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan yang tak luput dari ancaman kekeringan. Petani setempat terpaksa mengundurkan jadwal penanaman padi lantaran kemarau dan turunnya debit air Ulun Danu di Banjar Batanwani, Desa Kukuh.
Pekaseh Subak Saih, Nyoman Kari, Selasa (4/9) mengungkapkan, kekeringan telah terjadi sejak sebulan lalu. Semestinya, petani di Subak Saih mulai melakukan pewiwitan sejak Senin (3/9) lalu. Mengingat tak ada air yang mengalir, rencana tersebut diundur menunggu giliran pembagian air.
"Luas lahan di Subak Saih 72 hektar. 36 hektar belum bisa menanam padi karena debit air kecil. Sementara 36 hektar lainnya dalam seminggu ini sudah panen. Namun usai panen juga terancam tak bisa menanam padi karena krisis air," terang Nyoman Kari, Selasa (4/9).
Kari menambahkan, pihaknya sejak lama telah menetapkan sistim penanaman berbeda. Sehingga ada yang panen, ada yang siap menanam, karena air harus dibagi agar maksimal dapat mengaliri lahan persawahan. "Namun bulan ini, kita tak bisa melakukan penanaman padi karena debit air kecil. Selama musim kering ini kita tak dapat melakukan penanaman padi," terangnya.
Selama ini, pihaknya hanya mengandalkan air dari Ulun Danu di Banjar Batanwani. Air di Ulun Danu cukup untuk mengairi luas lahan 105 hektar yang ada di Subak Saih dan Subak Delod Kukuh. Saat ini, imbuhnya, debit air Ulun Danu menyusut, sehingga berdampak pada areal sawah yang diairi.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan