Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Promosikan Sanur Sebagai Desa Mendunia

Senin, 24 September 2012, 07:18 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Sanur Village Festival (SVF) kembali digelar. SVF yang kini memasuki tahun ke-7  akan digelar 26-30 September 2012 mendatang di kawasan Masionet Grand Bali Beach Sanur.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur dan Ketua Panitia SVF Ida Bagus Gede Sidharta Putra, dalam Jumpa Pers SVF ke-7 di Hotel Griya Santrian,Senin (24/9/2012) mengatakan keberhasilan Sanur menjaga keharmonisan aktivitas spiritual, sosial, dan lingkungan tersebut diapresiasi oleh banyak pihak.

"Even Sanur Village Festival merupakan upaya kita dalam mempromosikan Sanur sebagai destinasi sekaligus desa yang mendunia," ujarnya. Gusde, sapaan akarab Sidharta Putra merasa bangga apa yang telah dilakukan masyarakat Sanur mendapat pengakuan dan apresiasi pihak luar.

“Kita menggelar SVF sebagai bagian dari perayaan warga Sanur mengintegrasikan kegiatan spiritual, sosial, dan kepariwisataan untuk meraih kesejahteraan,” katanya. Pelaksanaan SVF VII kali ini dalam semangat the new spirit of heritage bertema Salampah Laku yang diambil dari judul salah satu geguritan (syair) karya pengarang besar Bali modern Abad Ke-20 Ida Pedanda Made Sidemen, dari Geriya Taman Intaran, Sanur. Karya ini memuat kisah perjalanan hidup yang sarat falsafah dan ajaran Ida Pedanda Made Sidemen, seorang pandita multitalenta, undagi (arsitek), dan pemahat mumpuni.

Salampah Laku adalah frase bahasa Jawa Kuno yang secara morfologi berasal dari kata lampah (artinya jalan atau perjalanan), mendapat prefiks sa (satu), sedangkan laku adalah sinonim lampah (Kamus Jawa Kuno-Indonesia, 1978,308). Salampah Laku dapat diartikan secara bebas sebagai sebuah perjalanan yang harus dilakoni. Geguritan ini melukiskan perjalanan Ida Pedanda Made Sidemen saat menempuh perjalanan suci (dharma yatra) mencari pengetahuan hidup di Griya Mandara, Sidemen, Karangasem.   

Dalam konteks kekinian Salampah Laku diharapkan menjadi inspirasi bagi semua insan agar termotivasi mencapai kesempurnaan dan kesucian hidup dengan mewujudkan satunya pikiran, perkataan, dan perbuatan. Salampah Laku mengilustrasikan laku kehidupan yang mengalir laksana air dan dijalani secara ikhlas agar mendatangkan manfaat bagi lingkungan dan sesama.

Salampah Laku mengandung nilai religiusitas, sosio budaya, dan pendidikan bernilai tinggi. Nilai pendidikan (aguron-guron) sangat tepat untuk dikedepankan terkait pelaksanaan Sanur Village Festival kali ini untuk menyemangati warga agar tak pernah berhenti belajar. Masyarakat Bali mengenal Panca Siksaning Angaji sebagai lima pedoman dalam proses belajar untuk mencapai keberhasilan. Kelima hal tersebut (1)  Gugu yakni menanamkan raya yakin dan percaya terhadap apapun yang dipelajari; (2) Teleb artinya rajin dan bersungguh-sungguh; (3) Inget atau hafal dan memahami apa yang dipelajari; (4) Wiweka maksudnya memiliki kemampuan anlisis yang cerdas dan tajam; (5) Laksana yaitu berusaha berbuat sesuai petunjuk guru.

Salampah Laku dalam konteks Sanur Village Festival 2012 berupaya mencermati nilai pendidikan (aguron-guron) untuk memberikan teladan dan semangat mengembangkan kepariwisataan di Sanur khususnya dan Indonesia pada umumnya. Nilai pendidikan tersebut diwujudkan melalui suatu kegiatan yang dapat dinikmati khalayak, tanpa mengurangi nuansa universal-internasional di tengah aktivitas seni dan sosial budaya warga Sanur.

Festival kali ini bakal menampilkan pencapaian puncak dari berbagai kegiatan masyarakat Sanur agar memotivasi dan menginspirasi generasi ke depan untuk menggapai prestasi terbaik. Tak terkecuali, diskusi budaya yang selalu mewarnai pelaksanaan festival.  Kegiatan Festival Beberapa kegiatan terkait SVF telah dilakukan pada Agustus 2012 di antaranya Sanur Kite International Festival, mempersiapkan penanaman terumbu karang, beach clean up dan penanaman pohon kelapa, serta pameran foto.

Sedangkan yang akan digelar sepanjang 26-30 September adalah upacara pembukaan SVF, pertunjukan seni budaya dan musik ( cultural night), food bazaar, kompetisi para juru masak ICA, diskusi budaya, kompetisi jukung, lomba mancing, program go green (penanaman terumbu karang dan pelepasan tukik, edukasi lingkungan), jelajah Sanur dengan bersepeda (Sanur fun cycling), kompetisi sport & fun games, aktivitas seni rupa ( on the spot painting & body painting), turnmen golf, dan yoga.

 

Ikut tampil dalam cultural night di antaranya seni tari Bali, reog ponorogo, atraksi para musisi Bali, Dwiki Dharmawan dan Dewa Budjana. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami