Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Sanur Festival Gerakkan Ekonomi Kreatif
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sanur Village Festival VII tahun 2012 bukan hanya menampilkan aktivitas seni dan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi kreatif, melalui temu bisnis produk ungulan UKM Jawa tengah yang digelar Dinas Koperasi Jawa Tengah, Kamis (27/9/2012).
Koordinator Umum SVF Ida Bagus Wisnu Diwangkara mengatakan festival ini selalu membawa misi ekonomomi kretaif dimana produk-produk kerajinan, kulinari, fashion maupun hortikultura ditampilkan sebagai bagian dari kontak bisnis antara pengunjung dan pedagang yang menjual barang-barangnya.
“Kegiatan ini benar-benar memberikan stimulan kepada para pelaku usaha, terlebih yang baru merintis jejaring usaha,” katanya. SVF memberikan ruang pamer sekaligus kontak bisnis antara pengunjung baik lokal maupun internasional sehingga bukan saja transaksi secara langsung yang terjadi namun juga transaksi yang berkelanjutan.
Pada kesempatan kontak bisnis Kamis (27/9/2012), stand Dinas Koperasi Jawa Tengah melayani pengunjung untuk bertukar informasi maupun transaksi berkaitan usaha dan dagang. Kegiatan interaktif ini sangat diminati pengunjung yang ingin melakukan ekspansi usaha ke Jawa Tengah maupun sebaliknya, memasarkan produk ungggulan Jawa Tengah di Bali.
Selain kegiatan temu bisnis, pengunjung juga tertarik dengan bisnis kuliner, setelah melihat aksi para juru masak yang tergabung dalam Indonesia Chef Association (ICA) dalam persiapan ukir buah dan es spektakuler. Made Berata pengunjung dari Tabanan sangat terkesan, karena sebagai petani melihat secara langsung bagaimana produk hortikultura diolah dengan citarasa seni tinggi.
Ketua Panitia SVF Ida Bagus Gede Sidhartha Putra mengatakan transaksi bisnis di ajang tahunan ini memberikan implikasi positif bagaimana kreativitas warga Sanur mapun peserta yang mengikuti event ini dapat bertemu kembali dengan pengunjung setia SVF maupun pengunjung baru yang secara tidak langsung transaksi bisnis tercipta dengan sendirinya. Festival kali ini diikuti 41 stand kulinari, 24 stand dagang atau bazaar dan 3 arena permainan anak-anak dan dewasa.
Semangat besar untuk memenangkan persaingan pasar yang sehat telah dilaksanakan, usaha perdagangan dengan daya dukungnya untuk menjadi bagian ekonomi kreatif masyarakat diperlukan strategi serta instrumen pendukungnya, dan SVF menjadi jembatan sekaligus medan magnet pariwisata dan ekonomi kreatif.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun