Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Taman Satwa Direkomendasikan Gunakan Kawin Suntik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali merekomendasikan taman-taman satwa di Bali untuk menggunakan sistem kawin suntik dalam proses pengembangbiakan satwa.
Rekomendasi tersebut disampaikan menyusul masih diberlakukannya larangan untuk memasukkan ataupun membawa hewan keluar dari Bali akibat Bali masih dalam status KLB Rabies.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali Putu Sumantra dalam keteranganya di Denpasar mengatakan tidak mungkin melakukan pemasukkan ataupun membawa satwa keluar dari Bali selama status KLB rabies belum dicabut. Walaupun alasannya untuk pengembangbiakan satwa langka dan dalam upaya konservasi.
Apalagi hingga saat ini belum ada instansi yang berani memberikan jaminan bahwa satwa yang dibawa ke Bali atau ke luar Bali bebas rabies. “Karena Bali kawasan karantina sehingga tidak diperbolehkan, sampai Bali bebas rabies, maka di perda itu sudah ada tidak boleh membawa hewan keluar ataupun masuk Bali, karena sampai saat ini Bali masih dalam status kawasan karantina,” jelas Putu Sumantra. Putu Sumantra menegaskan kawin suntik adalah satu-satunya jalan dalam upaya pengembangbiakan satwa di taman satwa di Bali. Sebelumnya beberapa pengelola taman satwa mengalami kesulitan untuk melakukan perkawinan terhadap satwa yang dimiliki.
Sebab jika melakukan perkawinan antar satwa yang masih dalam satu kekerabatan akan menghasilkan generasi yang tidak baik.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4536 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2002 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun