Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ancam Bahasa Bali, Mahasiswa Demo Tolak Kurikulum 2013

Rabu, 16 Januari 2013, 11:07 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Bali menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Bali. Demo dimaksudkan untuk menolak kurikulum 2013, dimana salah satunya berisi pengintegrasian muatan lokal dengan seni budaya.

Ratusan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Peduli Bahasa Daerah se-Bali itu memenuhi  taman DPRD Bali sejak pukul 10.00 WITA. Mereka meneriaki yel-yel penolakan sembari membentengkan sejumlah spanduk.

Dengan membawa spanduk bertuliskan "jangan jadikan kami korban kurikulum", "hidup di Bali mati di Bali" dan lainnya, ratusan mahasiswa yang didampingi dosen mereka itu diajak berdialog dengan anggota DPRD Bali. Korlap aksi, I Nyoman Suka Ardiyasa menjelaskan, penggabungan bahasa daerah ke dalam seni budaya berdampak pada kepunahan bahasa Bali.

"Dengan adanya penggabungan tersebut, kepunahan bahasa Bali semakin dekat, karena terjadi pengaburan bahasa Bali, jam mata pelajaran bahasa Bali berkurang. dan ini bisa mengancam keberadaan budaya Bali" ujarnya, Kamis (17/1/2013).

"Dari kecil saya mengunakan bahasa Bali. Kalau sampai dihapus, artinya mengganti identitas orang Bali. Kita tidak mau bahasa Bali diganti bahasa lain," imbuhnya. Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta, yang hadir pada demo ini sepakat dan berjanji akan memperjuangkan aspirasi mereka.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami