Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
LCKI : Ada Kepentingan Lain di Balik Rusuh Sumbawa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Bali Nyoman Gde Suweta, menegaskan, ada kepentingan lain di balik kerusuhan di Sumbawa. Kerusuhan tersebut dinilai bukan karena sekedar reaksi spontan masyarakat yang tidak bermakna, tetapi ada kepentingan yang bermain di balik itu. Analisa ini disampaikan Nyoman Gde Suweta, dalam rilis pers yang dikirim ke redaksi beritabali.com, Kamis (24/1/2013).
"Bukan kali ini saja masyarakat Bali diberikan ujian seperti ini. Sebelumnya juga di Lampung hal tersebut terjadi. Kalau saya melihat, ada semacam kesadaran baru yang tumbuh bahwa Bali adalah sekrup, kekuatan multikultur Bhineka Tunggal Ika itu ada di Bali, bukan Papua, Ambon dan lainnya,” papar Suweta.
Dengan kesadaran baru ini, kata dia, maka alurnya sangat jelas. Dan itu terbukti dari beberapa kerusuhan sebelumnya. “Jika Bali terprovokasi maka medan magnitnya akan sangat luar biasa. Dan bisa dipastikan bahwa seluruh etnis yang ada akan teresonansi,” tegas Suweta, yang juga Ketua PP (Persatuan Purnawirawan) Polri Bali. Jika kondisi ini terjadi, sebagaimana diskenariokan pihak-pihak yang berkepentingan, maka dipastikan NKRI di ambang kehancuran.
”Mencermati hal tersebut, LCKI Bali menghimbau kepada Presiden, BIN, Menkopohukam, Panglima TNI dan Kapolri, agar tidak melihat kerusuhan Sumbawa sebagai masalah yang sederhana. Itu harus digali dan hasilnya dijadikan dasar penyelesaian masalah demi masa depan bangsa yang lebih baik,” ujarnya.
Selanjutnya kepada seluruh masyarakat Bali, Suweta mengharapkan agar tetap bijak dan berpikir dewasa dalam menyikapi berbagai hal termasuk soal kerusuhan Sumbawa. Masyarakat juga diminta untuk tidak terjebak dalam skenario pihak-pihak yang menginginkan perpecahan. ”Jika kita terjebak dan terpancing, maka hanya akan memperkeruh situasi. Itu yang mereka inginkan sesungguhnya, kita ikut dalam permainan mereka,” tutur Suweta.
Khusus kepada seluruh kepala daerah di Indonesia, LCKI mendorong agar secara serius menanamkan multikulturalisme kepada seluruh warga masyarakat. Hanya dengan begitu, masyarakat lebih dewasa dalam menyikapi setiap masalah dan tidak ikut terprovokasi atau bahkan diperalat pihak-pihak tertentu. ”Penanaman kesadaran akan multikulturalisme ini sangat penting. Jangan dianggap enteng,” pungkas Suweta, yang juga Ketua DPW PAN Bali.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 336 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 333 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 318 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang