Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Evakuasi Bangkai Lion Gunakan Alat Pengapung TNI AL
badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Komandan Pangkalan Udara Ngurah Rai Kolonel Pnb Atang Sudrajat menyatakan evakuasi bangkai pesawat Lion Air yang jatuh di barat landasan Bandara Ngurah Rai Bali akan melibatkan alat pengapung milik TNI AL Surabaya.
"Saat ini alat tersebut sudah dalam perjalanan ke perairan Bali untuk melakukan evakuasi terhadap bangkai pesawat yang masih berada di tengah laut atau tepat di ujung run way Bandara Ngurah Rai," ujarnya saat ditemui di Bandara Ngurah Rai Bali, Senin (15/4/2013).
Keterlibatan alat pengapung milik Angkatan Laut Surabaya, kata Atang, untuk mempermudah evakuasi dan meminimalisir kerusakan lingkungan hidup terutama terumbu karang yang saat ini sedang bertumbuh.
Sementara itu, Pjs Komandan Angkatan Laut Denpasar, Letkol Edi Eka Susanto mengaku, bila dibutuhkan pihaknya akan membantu mengirimkan tim penyelam. Selain melibatkan tim dan personil, pihak Angkatan Laut juga akan membantu untuk memotong badan pesawat yang ada di dalam air. "Kita siap membantu sesuai dengan kemampuan kita," imbuhnya.
Hingga saat ini, menurut Susanto, tim gabungan evakuasi belum berkoordinasi tentang keterlibatan pasukan Marinir Angkatan Laut atau pasukan katak untuk menyelam mencari VCR yang hingga kini belum ditemukan. Menurutnya, ada dua pilihan untuk melakukan evakuasi, yaitu pilhan pertama adalah bangkai kapal dievakuasi melalui jalur darat.
Bangkai yang sudah dipotong-potong tersebut, kata Susanto dibawa ke pinggir pantai dulu sebelum diangkut dengan alat lainnya. Namun, kesulitan rencana pertama itu adalah harus menunggu saat trafic ligth sepi yakni pukul 01.30 hingga 03.30. Sehingga, petugas evakuasi harus bekerja dinihari dan ini akan mendapatkan banyak kesulitan.
Langkah lain, jelas Susanto yaitu menggunakan kapal derek ke pesisir. Saat ini, kapal angkatan laut sudah dalam perjalanan dari Surabaya. Nantinya, kapal pengapung akan mengangkat bangkai kapal dan diarahkan ke darat.
"Setelah bangkai itu terangkat maka bangkai tersebut akan diderek dengan menggunakan kapal kecil lainnya dan menggereknya ke arah selatan untuk menghindari keluar masuknya pesawat karena lokasi bangkai pesawatnya tepat di depan run way," tutupnya.(dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3886 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2843 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2042 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1992 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun