Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Evakuasi Bangkai Lion Gunakan Alat Pengapung TNI AL
badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Komandan Pangkalan Udara Ngurah Rai Kolonel Pnb Atang Sudrajat menyatakan evakuasi bangkai pesawat Lion Air yang jatuh di barat landasan Bandara Ngurah Rai Bali akan melibatkan alat pengapung milik TNI AL Surabaya.
"Saat ini alat tersebut sudah dalam perjalanan ke perairan Bali untuk melakukan evakuasi terhadap bangkai pesawat yang masih berada di tengah laut atau tepat di ujung run way Bandara Ngurah Rai," ujarnya saat ditemui di Bandara Ngurah Rai Bali, Senin (15/4/2013).
Keterlibatan alat pengapung milik Angkatan Laut Surabaya, kata Atang, untuk mempermudah evakuasi dan meminimalisir kerusakan lingkungan hidup terutama terumbu karang yang saat ini sedang bertumbuh.
Sementara itu, Pjs Komandan Angkatan Laut Denpasar, Letkol Edi Eka Susanto mengaku, bila dibutuhkan pihaknya akan membantu mengirimkan tim penyelam. Selain melibatkan tim dan personil, pihak Angkatan Laut juga akan membantu untuk memotong badan pesawat yang ada di dalam air. "Kita siap membantu sesuai dengan kemampuan kita," imbuhnya.
Hingga saat ini, menurut Susanto, tim gabungan evakuasi belum berkoordinasi tentang keterlibatan pasukan Marinir Angkatan Laut atau pasukan katak untuk menyelam mencari VCR yang hingga kini belum ditemukan. Menurutnya, ada dua pilihan untuk melakukan evakuasi, yaitu pilhan pertama adalah bangkai kapal dievakuasi melalui jalur darat.
Bangkai yang sudah dipotong-potong tersebut, kata Susanto dibawa ke pinggir pantai dulu sebelum diangkut dengan alat lainnya. Namun, kesulitan rencana pertama itu adalah harus menunggu saat trafic ligth sepi yakni pukul 01.30 hingga 03.30. Sehingga, petugas evakuasi harus bekerja dinihari dan ini akan mendapatkan banyak kesulitan.
Langkah lain, jelas Susanto yaitu menggunakan kapal derek ke pesisir. Saat ini, kapal angkatan laut sudah dalam perjalanan dari Surabaya. Nantinya, kapal pengapung akan mengangkat bangkai kapal dan diarahkan ke darat.
"Setelah bangkai itu terangkat maka bangkai tersebut akan diderek dengan menggunakan kapal kecil lainnya dan menggereknya ke arah selatan untuk menghindari keluar masuknya pesawat karena lokasi bangkai pesawatnya tepat di depan run way," tutupnya.(dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan