Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Tim Alami Banyak Kesulitan Potong Badan Lion
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Tuban. Proses evakuasi dan pemotongan badan pesawat Lion yang naas sangat sulit dilakukan. Kesulitan tersebut, menurut Ketua Tim Evakuasi dan Pemotongan Badan Pesawat dari Armatim TNI AL Surabaya, Kapten Asihamzah karena pemotong harus berdiri dengan terus bergerak.
Bagi Asihamzah, evakuasi kali ini memang perlu teknik khusus dan keahlian yang tinggi serta tim yang terlatih. "Kita kesulitan karena obyek yang akan dipotong terus bergerak dan petugas yang memotong juga terus bergerak," ujarnya, Rabu (17/4/2013).
Penyebabnya, kata Asihamzah, air laut yang tidak turun-turun dan hempasan ombak yang sangat kuat dan derasnya arus. "Kesulitan kita adalah karena ombak yang besar. Kita harus melakukan hal tersebut karena dikejar waktu dan kondisi yang ada di ujung landasan yang harus segera dikosongkan," imbuhnya.
Asihamzah menuturkan, kegiatan evakuasi seperti saat ini belum pernah dialami oleh pasukan TNI AL sebelumnya. Petugas juga harus mengambil tumpuan dari dalam badan pesawat dengan merobek badan pesawat sedikit demi sedikit. "Ini memang baru kasus pertama yang ditangani tim evakuasi bawah laut dan belum pernah ada kasus sebelumnya," tegasnya.
Sebelumnya, bagian kepala pesawat atau bagian cockpit sudah berhasil dievakuasi dan kini diamankan di gudang Lion Air untuk penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut. Potongan dengan panjang sekitar 3 meter, kata Asihamzah, hanya diangkut ke darat dengan menggunakan crane. "Potongan bangkai pesawat tersebut untuk sementara ditaruh di bagian selatan ujung landasan yang jaraknya hanya beberapa puluhan meter saja," jelasnya.
Beberapa petugas, menurut Asihamzah, banyak potongan pesawat yang jatuh ke dalam air dan belum berhasil dievakuasi. Petugas hingga kini masih melakukan pemotongan bagian ketiga badan pesawat dengan panjang sekitar 3 meter. "Total seluruh badan pesawat akan dipotong menjadi 7 bagian untuk memudahkan pengangkatan yakni bagian cockpit, tiga bagian untuk badan pesawat, satu bagian untuk ekor dan kedua sayapnya,"tutupnya. (dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3809 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1753 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang