Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Jadi Jurkam, Jokowi Pilih Blusukan ke Pasar
tabanan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meski menjadi juru kampanye nasional PDI Perjuangan untuk pasangan Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan di Pilgub Bali namun Joko Widodo alias Jokowi justru lebih banyak blusukan ke pasar-pasar tradisional.
Kegemaran Jokowi blusukan pasar menemui masyarakat kecil tak dilewatkannya saat datang ke Bali. Beberapa pasar tradisional di Denpasar, Badung dan Kabupaten Tabanan dikunjunginya sejak dua hari terakhir.
Bahkan, bisa dibilang Jokowi hanya berbicara sedikit di atas panggung membakar semangat massa pendukung pasangan Puspayoga dan Sukrawan (PAS) sebaliknya lebih banyak waktunya untuk turun ke pasar-pasar menemui pedagang.
Usai menghadiri jalan sehat di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi, Denpasar, Jokowi langsung meluncur ke Pasar hewan Beringkit di Kecamatan Mengwi Badung, Minggu (5/4/2013).
Di Pasar Beringkit kehadiran nomor orang satu di DKI Jakarta itu langsung disambut antusiasme ribuan warga yang berusaha mendekati dan menyalami mantan Wali Kota Solo itu.
Demikian pula saat menyambangi pedagang di Pasar Kediri dan Pasar Kota Tabanan, ribuan warga pedagang dan pembeli berebut ketemu Jokowi baik sekedar bersalaman atau berfoto bersama.
Didampingi kandidat wakil gubernur Sukrawan dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, tanpa canggung, Jokowi yang mengenakan baju kotak-kotak khas miliknya, menyusuri blusukan ke pasar terbesar di Kabupaten Tabanan itu.
Sebagai jurkam, Jokowi tidak banyak bicara kecuali menebar senyum sembari mengangkat telunjuk jari telunjuknya ke arah warga sebagai lambang dukungan untuk nomor urut paket PAS.
"Jangan lupa ya, dukung nomor 1," pinta Jokowi saat menyalami warga.
Ditanya soal aksinya yang lebih banyak waktunya turun blusukan ke pasar-pasar menemui pendatang, ketimbang berorasi di atas panggung, Jokowi berkilah masyarakat sekarang lebih cerdas dan pintar, jadi tidak perlu diberi janji-janji.
"Sudahlah, jangan banyak janji-janji, masyarakat itu butuh bukti, pengen yang konkrit, pengen yang nyata, gitu," dalih alumnus Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3900 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3000 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2058 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2032 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1818 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun