Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Dinkes Bali Pertimbangkan Pendidikan Reproduksi
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Kesehatan Bali mempertimbangkan untuk melakukan pengintegrasian pendidikan reproduksi terutama masalah HIV/AIDS ke dalam kurikulum pendidikan di Bali. Namun Dinas Kesehatan Bali terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan Dinas pendidikan, pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali.
Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya dalam keteranganya di Renon Senin (6/5/2013) mengatakan, pengintegrasian pendidikan reproduksi sangat penting untuk menggugah kesadaran siswa terkait kesehatan reproduksi dan penyakit-penyakit reproduksi seperti salah satunya HIV/AIDS. Namun permasalahnya selama ini pendidikan reproduksi selalu dikaitkan dengan masalah pornografi.
“Kalau kita dalam konteks akademik, tidak ada istilah porno, karena semuanya harus dibuka di sana, dalam kelas, dalam akademik itu kita harus lihat dengan lengkap , kalau alat reproduksi pada laki-laki begini lho, tidak bisa kita tutupi apalagi diburamkan,” ujar dr. Ketut Suarjaya.
dr. Ketut Suarjaya menambahkan, sudah saatnya pendidikan kesehatan reproduksi dan masalah HIV/AIDS diberikan mulai tingkat sekolah. Hal ini untuk menghindarkan siswa dari berbagai penyakit yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3109 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1293 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 912 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 831 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 667 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun