Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 21 Juni 2026
Dinkes Bali Pertimbangkan Pendidikan Reproduksi
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Kesehatan Bali mempertimbangkan untuk melakukan pengintegrasian pendidikan reproduksi terutama masalah HIV/AIDS ke dalam kurikulum pendidikan di Bali. Namun Dinas Kesehatan Bali terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan Dinas pendidikan, pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali.
Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya dalam keteranganya di Renon Senin (6/5/2013) mengatakan, pengintegrasian pendidikan reproduksi sangat penting untuk menggugah kesadaran siswa terkait kesehatan reproduksi dan penyakit-penyakit reproduksi seperti salah satunya HIV/AIDS. Namun permasalahnya selama ini pendidikan reproduksi selalu dikaitkan dengan masalah pornografi.
“Kalau kita dalam konteks akademik, tidak ada istilah porno, karena semuanya harus dibuka di sana, dalam kelas, dalam akademik itu kita harus lihat dengan lengkap , kalau alat reproduksi pada laki-laki begini lho, tidak bisa kita tutupi apalagi diburamkan,” ujar dr. Ketut Suarjaya.
dr. Ketut Suarjaya menambahkan, sudah saatnya pendidikan kesehatan reproduksi dan masalah HIV/AIDS diberikan mulai tingkat sekolah. Hal ini untuk menghindarkan siswa dari berbagai penyakit yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun