Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Pendataan Kurang Baik, Warga Bingung Cari TPS
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pencoblosan kepala daerah dan wakil kepala daerah Bali digelar serentak hari ini Rabu (15/5). Semua warga diwajibkan untuk memberikan hak suaranya. Namun proses pemilihan di Kabupaten Jembrana khususnya di TPS Kelurahan Lelateng dikeluhkan warga yang menggunakan hak suaranya.
Kebanyakan warga di Kelurahan Lelateng yang mendapatkan surat panggilan untuk mencoblos harus ke luar banjar. Mereka harus bolak balik dan bertanya kepada penjaga TPS. Seperti yang diungkapkan salah satu pemilih Haji Zubir yang tinggal di banjar Tinusan Kelurahan Lelateng ini, untuk pemilukada kali ini ia memilih di TPS 13 yang berlokasi di banjar peken.
"Saya sampai bingung cari TPS 13, sampai bolak balik bertanya kepada warga yang melintas," keluhnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Nijar (45) warga banjar Peken ini, dia harus memilih ke TPS 9 yang lokasinya di banjar Tinusan. Dia mengaku malas memilih karena pengaturannya tidak bagus.
"Masak saya tinggal di banjar peken kok nyoblosnya di banjar Tinusan, saya jadi malas milihnya," ungkapnya.
Akibat kekacuan ini tampak 14 TPS yang berada di Kelurahan Lelateng menjadi sepi, tidak tampak pemilih yang ngantre di TPS. Hal ini disebabkan warga yang akan menggunakan hak suaranya menjadi enggan untuk mencoblos.
Terkait dengan jauhnya TPS yang didatangai pemilih, Ketua KPU Kabupaten Jembrana Putu Wahyu Diantara mengatakan, kisruh yang ada dikelurahan Lelateng itu disebabkan karena tidak bagusnya pendataan yang dilakukan oleh PPS, semestinya PPS harus melibatkan RT atau kepala lingkungan untuk melakukan pendataan.
"Kita akui kalau di Kelurahan Lelateng ada kesalahan saat pendataan, sehingga antara pemilih dengan TPS yang seharusnya dekat menjadi agak jauh," jelasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan