Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pendataan Kurang Baik, Warga Bingung Cari TPS

Negara

Rabu, 15 Mei 2013, 14:30 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Pencoblosan kepala daerah dan wakil kepala daerah Bali digelar serentak hari ini Rabu (15/5). Semua warga diwajibkan untuk memberikan hak suaranya. Namun proses pemilihan di Kabupaten Jembrana khususnya di TPS Kelurahan Lelateng dikeluhkan warga yang menggunakan hak suaranya.

Kebanyakan warga di Kelurahan Lelateng yang mendapatkan surat panggilan untuk mencoblos harus ke luar banjar.  Mereka harus bolak balik dan bertanya kepada penjaga TPS. Seperti yang diungkapkan salah satu pemilih Haji Zubir yang tinggal di banjar Tinusan Kelurahan Lelateng ini, untuk pemilukada kali ini ia memilih di TPS 13 yang berlokasi di banjar peken.

"Saya sampai bingung cari TPS 13, sampai bolak balik bertanya kepada warga yang melintas," keluhnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Nijar (45) warga banjar Peken ini, dia harus memilih ke TPS 9 yang lokasinya di banjar Tinusan. Dia mengaku malas memilih karena pengaturannya tidak bagus.

"Masak saya tinggal di banjar peken kok nyoblosnya di banjar Tinusan, saya jadi malas milihnya," ungkapnya.

Akibat kekacuan ini tampak 14 TPS yang berada di Kelurahan Lelateng menjadi sepi, tidak tampak pemilih yang ngantre di TPS. Hal ini disebabkan warga yang akan menggunakan hak suaranya menjadi enggan untuk mencoblos.

Terkait dengan jauhnya TPS yang didatangai pemilih, Ketua KPU Kabupaten Jembrana Putu Wahyu Diantara mengatakan, kisruh yang ada dikelurahan Lelateng itu disebabkan karena tidak bagusnya pendataan yang dilakukan oleh PPS, semestinya PPS harus melibatkan RT atau kepala lingkungan untuk melakukan pendataan.

 



"Kita akui kalau di Kelurahan Lelateng ada kesalahan saat pendataan, sehingga antara pemilih dengan TPS yang seharusnya dekat menjadi agak jauh," jelasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami