Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dihantam Ombak, Nelayan Perancak Nyaris Tenggelam

Negara

Minggu, 2 Juni 2013, 14:02 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Ganasnya ombak di perairan pantai Jembrana sejak dua minggu belakangan ini, ternyata bukan hanya menimbulkan abrasi di sepanjang bibir pantai, aktifitas para nelayan di Jembrana juga sangat terganggu.

Seperti yang terjadi Sabtu (1/6) pagi, seorang nelayan tradisional asal Desa Perancak, Jembrana nyaris tenggelam akibat jukung yang ditumpanginya terbalik akibat dihantam gelombang tinggi.

Peristiwa tersebut terjadi, awalnya Putu Arnama (48), nelayan asal Desa Prancak, Jembrana, Sabtu subuh atau sekitar pukul 03.00 wita berangkat melaut seorang diri di perairan Desa Perancak dengan mengunakan jukung fiber yang digerakan dengan mesin.

Saat berangkat menurut Arnama saat menceritakan ke media, minggu (2/6), cuaca di pantai Perancak saat itu relatif normal dan tidak ada gelombang tinggi, sehingga dia tidak takut berada di tengah laut untuk memancing ikan seorang diri.

Demikian halnya menurut Arnama, saat dirinya selesai memancing dan hendak pulang, cuaca serta gelombang masih bersahabat. Namun saat jukungnya mendekati muara Perancak dan hendak masuk ke sungai Ijogading, tiba-tiba gelombang setinggi hampir empat meter datang  menghatam jukungnya.

Beruntung beberapa nelayan yang berada di belakangnya dengan cepat memberikan pertolongan, sehingga dirinya selamat dari maut.

“Saya sempat tenggelam, saya telah berusaha menggapai jukung saya yang sudah terbalik, tapi saya karena terlempar jauh dari jukung, sehingga jukung tidak bisa saya raih."Tuturnya.

Mengetahui ada nelayan tradisional yang tenggelam, beberapa warga yang kebetulan berada dekat dengan lokasi juga berusaha membantu korban. Alhasil korban dan perahunya berhasil diselamatkan. Namun sial, seluruh perlengkapan tangkap ikan milik Arnama serta hasil tangkapan hilang dibawa gelombang.

 



“Semua perlengkapan memancing saya hilang, ikan yang saya dapatkan juga habis. Sedangkan jukungnya rusaknya tidak terlalu parah, hanya mesinnya yang kemasukan air laut. Mesinnya juga tidak sampai lepas dari jukung karena saya ikat kuat,”terangnya. dengan kejadian tersebut, Arnama mengaku menderita kerugian sekitar Rp 1,7 juta.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami