Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jero Wacik Dicap Arogan, Lanjutkan Geothermal Bedugul

denpasar

Kamis, 4 Juli 2013, 13:02 WITA Follow
Beritabali.com

energitoday.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Ir. Jero Wacik diminta tidak gegabah dan terus menerus memaksakan wacana dibukanya kembali megaproyek Geothermal Bedugul. Apalagi disebut-sebut, seakan-akan di Bali sudah tidak ada lagi penolakan terhadap megaproyek geothermal Bedugul tersebut.

"Pernyataan Menteri ESDM itu terkesan  arogan dan menganggap sepi aspirasi masyarakat Bali yang telah menolak megaproyek tersebut. Padahal, penolakan tetap ada, dilontarkan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk ada rekomendasi DPRD Bali semasa ketuanya Ida Bagus Putu Wesnawa dan Keputusan Gubernur Bali semasa Dewa Beratha. Penolakan itu tidak pernah dicabut, kok dikatakan tidak ada penolakan lagi,"ujar Ketua Sabha Walaka PHDI, Putu Wirata Dwikora, dalam rilis yang dikirim ke beritabali.com, Kamis (4/7/2013).

Hal ini disampaikan menanggapi bergulirnya wacana untuk meneruskan Geothermal Bedugul.


Putu mengaku prihatin pada pernyataan Jero Wacik yang mengatakan bahwa di Bali sudah tidak ada lagi penolakan terhadap megaproyek geothermal Bedugul tersebut. Ia minta Wacik berhenti mewacanakan kelanjutan proyek Geothermal Bedugul, dan konsentrasi untuk mencari sumber energi lain diluar Bali.

"Bali yang menjadi daerah tujuan wisata, biarlah alam dan tata ruangnya lestari untuk berlangsungnya atraksi budaya. Eksplorasi tidak sejalan dengan pelestarian lingkungan hidup, dan pariwisata Bali yang bertumpu pada budaya dan lingkungan hidup bisa hancur bila alam dan tata ruangnya terus ditambang, termasuk untuk mencari energi geothermal Bedugul tersebut."

Putu juga menjelaskan, dari pihak PHDI dan kalangan spiritual, alasan penolakannya adalah argumen sosial budaya dan agama, karena di sekitar Geothermal Bedugul tersebut terdapat hutan dan 36 lebih tempat suci yang dilestarikan oleh umat Hindu.

"Untuk diketahui, eskalasi penolakan-penolakan itu meningkat sekitar tahun 2005. Diantaranya dari Bendesa Adat Wongaya Gede dan Desa Adat Jatiluwih di TAbanan, Forum Komunikasi Kelompok Pelestarian SDA, 4 Anggota DPD RI 2004-2009, PHDI Bali, DPRD Bali semasa Ida Bagus Putu Wesnawa, Gubenur Bali semasa Dewa Made Beratha, beberapa sulinggih dan walaka dalam delegasi yang datang langsung ke Menteri ESDM Yusgiantoro Purnomo, didampingi Senator Wayan Sudirta. Penolakan itu tidak pernah dicabut, siapa bilang sekarang tidak ada penolakan?" ujarnya. (bbn/dev)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami