Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Reklamasi Teluk Benoa Ok, Tapi dengan Syarat
BERITABALI.COM, BADUNG.
Tak semua elemen masyarakat Bali menolak reklamasi Teluk Benoa untuk kepentingan pembangunan sarana wisata. Ada juga yang mendukungnya, namun dengan syarat tertentu.
"Rencana reklamasi Teluk Benoa itu silakan saja, tapi ada syaratnya, yakni rencana itu harus benar-benar matang, serius, dan tentu saja tidak sampai merusak alam Bali," ujar tokoh masyarakat Bali asal Sesetan Denpasar, Jero Mangku Wayan Candra, di Denpasar, Jumat (5/7/2013).
Reklamasi Teluk Benoa, ujar Candra, bagus untuk pembangunan dunia pariwisata Bali. Apalagi di tempat itu rencananya akan dibangun sarana wisata termasuk sirkuit balap mobil formula 1.
"Kalau kita mau jujur dan tidak munafik, tidak ada salahnya membangun dan menata kawasan tersebut, daripada sekarang, yang ngomong melestarikan hutan bakau, malah dia yang merusaknya, dengan menebang, mencari kayu bakar, dan membuang sampah seenaknya. Tapi kalau memang jadi direklamasi, harus dengan syarat itu, harus tuntas pembangunannya, dan dijaga lingkungannya agar tidak rusak,"tegasnya.
Sebelumnya, respon terhadap reklamasi Teluk Benoa juga datang dari beberapa tokoh Bali. Made Mudarta, pengusaha yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Bali. Menurut Mudarta, rencana reklamasi ini perlu ditinjau ulang karena dikhawatirkan akan bisa merusak alam lingkungan di Teluk Benoa.
"Jika alam dirubah-rubah, pasti akan rusak. Contohnya saja sungai. Jika sungai dibuang sampah, dibendung, dan tidak dijaga kelestariannya, pasti akan rusak lingkungan sekitarnya. Hal ini juga bisa terjadi pada reklamasi di Teluk Benoa, jika reklamasi jadi dilakukan,"ujar pria asal Jembrana ini.
Mudarta menambahkan, jika rencana reklamasi di Teluk Benoa benar-benar hendak diwujudkan, perlu dibuat kajian yang tepat agar pembangunan itu tidak merusak alam Bali.
"Perlu ada penelitian, perencanaan yang matang terkait reklamasi itu. Apakah reklamasi tidak merusak alam sekitar Teluk Benoa, apakah arus laut tidak berubah dan berdampak pada nelayan sekitar, dan sebagainya. Ini penting bagi kita untuk selalu menjaga alam agar tidak rusak,"ujarnya.
Sebelumnya, keprihatinan terkait rencana reklamasi Teluk Benoa, juga disampaikan Tokoh dari Puri Kesiman Denpasar, Anak Agung Kusuma Wardana. Penglingsir atau tokoh Puri Kesiman ini mengaku sudah pernah dihubungi pihak investor terkait rencana reklamasi di Teluk Benoa itu.
"Saya sudah pernah dikontak oleh inventor terkait rencana reklamasi itu. Calon investor itu mengaku sudah memegang hak pengelolaan kawasan itu setelah direklamasi," jelas Kusuma Wardana, di Denpasar, belum lama ini.
Terkait penjelasan investor yang akan mereklamasi Teluk Benoa, Kusuma Wardana mengaku prihatin.
"Waktu itu saya hanya mendengarkan saja penjelasan yang disampaikan. Saya prihatin saja, karena dulu reklamasi sudah merusak Pulau Serangan, sekarang ini ada lagi reklamasi di Teluk Benoa," ujar pria yang akrab dipanggil Turah ini.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencurigai adanya indikasi rencana reklamasi pantai di Teluk Benoa. Dimana menurut rencana reklamasi tersebut bertujuan untuk membentuk daratan baru seluas 400 hektar bagi pembangunan wisata alam dan bahari.
Ketua Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali Wayan Gendo Suardana dalam keteranganya saat Dialog Lingkungan Hidup di Denpasar (21/5/2013) lalu mengatakan, reklamasi di Teluk Benoa tersebut murni demi kepentingan bisnis. Indikasi bahwa akan dilakukanya reklamasi dikuatkan dengan berbagai bukti, salah satunya rencana pembangunan sirkuit di Bali.
Wayan Gendo Suardana menambahkan, berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan Walhi Bali, reklamasi di Teluk Benoa ditargetkan telah selesai dalam 2 tahun kedepan. (dev)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3790 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1736 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang