Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




PT ASDP Gilimanuk-Ketapang Kekurangan Dermaga Kapal

Selasa, 9 Juli 2013, 03:26 WITA Follow
Beritabali.com

google/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Jumlah kapal yang melayani penyeberangan Jawa-Bali overload. Saat ini di pelabuhan Gilimanuk-Ketapang ada 38 kapal baik kapal motor penumpang (KMP) dan kapal landing craft tank (LCT) atau kapal pengangkut kendaraan barang yang beroperasi.

Sementara dermaga yang ada baik di Ketapang maupun Gilimanuk hanya ada enam, masing-masing 3 dermaga landing craft macine untuk kapal barang dan 2 dermaga movile bridge (MB) dan satu dermaga Ponton untuk sandar KMP.

Dengan jumlah enam buah dermaga sementara kapal yang ada 38 maka untuk mengatur waktu bongkar muat ASDP kesulitan. Jika semua kapal dioperasikan dengan mengurangi waktu bongkar muat yang biasanya 45 menit setiap kapal, akan merugikan lantaran muatan kapal tidak maksimal. Selain itu akan membuat waktu mengapung kapal yang menunggu giliran sandar semakin lama dan sangat membahayakan karena bisa terseret arus. Penumpang juga akan jenuh di tengah laut.

“Kita hanya bisa mengoperasikan 30 kapal yakni 15 KMP dan 15 LCT. Lebih dari itu kita sulit mengatur jadwal dan waktu bongkar buat,”ungkap Manajer Oprasional ASDP Gilimanuk, Wahyudi Susianto.

Menurut Wahyudi, ASDP tidak bisa mengoperasikan semua kapal sekaligus. Sangat tidak memungkinkan karena tidak sebanding dengan jumlah dermaga yang ada. Sebab, satu dermaga maksimal hanya bisa untuk 5 kapal dengan waktu bongkar muat satu kapal selama 45 menit.

Jika lebih maka waktu mengapung kapal yang menunggu sandar akan lebih lama dan akan terjadi penumpukan kapal di tengah laut. Satu dermaga digunakan untuk sandar enam kapal secara bergiliran dan trip pelayaran setiap kapal dikurangi. Hasilnya justru pelayanan semakin lambat dan membuat pengguna jasa mengeluh.

“Idelanya satu dermaga untuk empat kapal. Sekarang saja dengan 30 kapal yang kita operasikan atau satu dermaga untuk lima kapal saja sudah cukup lambat. Penambahan jumlah kapal tidak menjamin pelayanan bisa cepat. Yang harus ditambah adalah dermaga,”ungkapnya.

Terkait dengan pelayanan saat arus mudik, menurut Wahyudi, PT .ASDP sudah membuat pola terutama mulai H-5 dimana arus mudik sudah sangat padat. Kendaraan barang akan dilarang beroperasi kecuali pengangkut sembako, dan kapal LCT juga diistirahatkan. Dermaga LCM akan digunakan untuk sandar beberapa KMP yang bisa sandar di dermaga kapal barang tersebut.

“Saat arus mudik kita maksimalkan KMP termasuk KMP yang sandar di LCM. dengan cara ini kita harapkan antrean akan bisa cepat kita sebrangkan,” pungkasnya.(Jsp)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami