Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polisi Bekuk Buronan Perampok Spesialis Warga Asing

Senin, 15 Juli 2013, 17:02 WITA Follow
Beritabali.com

google/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Berakhir sudah pelarian Sahdi alias Guru (32) asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat setelah petugas Polda Bali membekuknyan usai beraksi melakukan pencurian dengan kelompoknya.

Usai ditangkap, buron spesialis perampok warga negara asing itu langsung dibawa ke Polda Bali untuk penyidikan dan pengembangan kasusnya. "Tersangka kami tangkap berkat informasi masyarakat dan hasil penyelidikan usai penangkapan anggota kelompok ini lainnya bulan Juni lalu," ujar Kasubdit III Polda Bali AKBP Hari Hariadi di Mapolda, Senin (15/7/2013).

Hariadi yang didampingi Kasi Penum Bidhumas Polda Bali AKBP Sri Harmiti membeberkan jika bapak empat anak itu ditangkap di Selong, Lombok Timur. Sebelumnya, enam anggota kelompok yang ditakuti kerap membawa senjata tajam seperti pedang dan belati saat beraksi menyasar ke vila-vila yang ditempati warga asing di Kabupaten Badung dan Denpasar.

"Sahdi merupakan satu dari enam anggota Geng Lombok lainnya seperti MJ, Udin, Adipek, Jaenal, Ajang, dan Suparlan. Satu pelaku MJ masih dalam pengejaran namun identitasnya sudah kami kantongi," bebernya.


Hariadi mengakui penangkapan Sahdi yang dipimpin Kompol Gunawan tergolong berat. Pasalnya, residivis asal Dusun Kanglik, Desa Semaya Kecamatan Sikut ini dikenal cukup lihai dan kerap bersembunyi di perkampungan.

"Anggota kami sampai nyanggong beberapa hari ikut salat tarawaih. Sampai setelah situasi memungkinkan baru dia dilumpuhkan," jelasnya.

Sahdi, kata Hariadi telah lama diincar petugas karena kerap beraksi baik dengan kelompoknya maupun dengan pelaku lainnya sejak dua tahun lalu dengan rekor 35 tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Hariadi, kelompok Sahdi memilih menyasar vila milik bule dengan pertimbangan warga asing banyak memiliki benda-benda berharga.

"Semua hasil kejahatan itu dengan mudah dijual ke seorang penadah bernama Robi yang juga telah ditangkap. Selain beraksi ke vila, pihaknya meyakini kelompok ini juga terlibat pencurian sepeda motor dengan bukti ditemukannya alat kunci T berbagai jenis yang umumnya dipakai mencuri motor," tuturnya.

Hingga kini, pihak kepolisian Polda Bali masih mendalami keterkaitan Sahdi dengan aksi kejahatan lainnya, baik kasus pemerkosaan dan tindak pencurian dan pemberatan.

"Barang buktu hasil kejahatan kelompok Sahdi seperti uang, perhiasan dan telepon genggam diamankan petugas untuk kepentingan penyidikan," ungkapnya. (dws)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami