Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Jero Wacik : Saatnya Kendaraan Beralih ke BBG
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Jero Wacik menegaskan jika sudah saatnya Indonesia beralih ke bahan bakar gas (BBG), terutama untuk sepeda motor dan mobil pribadi.
"Apalagi bahan bakar gas liquefied gas for vehicle (LVG), memiliki keunggulan seperti ramah lingkungan, pembakaran sempurna, memiliki octane number lebih dari 98, memperpanjang usia mesin, memperpanjang siklus penggantian pelumas, suara mesin lebih halus dan beberapa keunggulan lainnya,” kata Jero saat meresmikan penggunaan LVG di SPBU Jalan Hayam Wuruk Denpasar untuk tiga SPBUG di Bali, Jumat (27/9/2013).
Jero menjelaskan, alasannya mengajak para pemilik kendaraan bermotor untuk beralih, karena melihat perekonomian Indonesia yang sedang tumbuh baik. Hal itu berdasarkan data penjualan kendaraan bermotor, dimana hingga September 2013 sudah 1,2 juta unit mobil yang terjual, sementara untuk motor mencapai angka 7 juta unit.
"Semua motor dan mobil yang baru itu setelah keluar dari dealer langsung mampir ke SPBU. Isi BBM-nya semua full tanki. Pemerintah tidak bisa melarang. Belum lagi kendaraan yang sudah tua, yang boros BBM itu," ujarnya.
Kondisi ini membuat pemerintah mau tidak mau harus memenuhi kebutuhan BBM itu. Tentu saja kondisi ini sangat boros, dan beban bagi APBN juga sangat besar. Pertamina harus impor BBM senilai USD150 juta per hari untuk beli BBM.
"Padahal, kekuatan impor BBM kita hanya cukup untuk 21 hari dalam sebulan. Bila negara-negara pengekspor terjadi apa-apa, situasi politik tidak membaik, maka bangkrutlah Indonesia, semua akan mati," jelasnya.
Sehingga penggunaan BBG untuk kendaraan bermotor ini diyakini bisa mengurangi angka import BBM, jauh lebih hemat anggaran serta ramah lingkungan. Kebijakan menggeser kebutuhan bahan bakar ke gas sangat penting.
Wacik mencontohkan, bila satu mobil menggunakan 10 liter BBM perhari, maka ketika dia beralih ke BBG, akan hemat Rp 49 ribu perhari. Bila ada 1 juta mobil di Indonesia yang sudah menggunakan BBG, maka perhari sama dengan menghemat Rp 49 miliar. Itu pun kalau dia hanya menggunakan 10 liter perhari. Kalau lebih dari itu maka diperkirakan bisa hemat Rp 100 miliar perhari.
Target utama BBG untuk kendaraan adalah seluruh kendaraan dinas di seluruh Indonesia. Saat ini TransJakarta sudah menggunakan BBG. Tahun depan akan datang lagi 1.000 unik TransJakarta dan juga semuanya sudah komit pakai BBG. Belum lagi taksi dan bajaj. Kementerian ESDM juga sudah mengratiskan seluruh kendaraan TNI Polri untuk dipasang BBG.
"Kita berharap seluruh Pemda di Indonesia bisa proaktif menggunakan BBG untuk seluruh kendaraan dinas lainnya," tandasnya.[bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan