Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Jero Wacik : Saatnya Kendaraan Beralih ke BBG
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Jero Wacik menegaskan jika sudah saatnya Indonesia beralih ke bahan bakar gas (BBG), terutama untuk sepeda motor dan mobil pribadi.
"Apalagi bahan bakar gas liquefied gas for vehicle (LVG), memiliki keunggulan seperti ramah lingkungan, pembakaran sempurna, memiliki octane number lebih dari 98, memperpanjang usia mesin, memperpanjang siklus penggantian pelumas, suara mesin lebih halus dan beberapa keunggulan lainnya,” kata Jero saat meresmikan penggunaan LVG di SPBU Jalan Hayam Wuruk Denpasar untuk tiga SPBUG di Bali, Jumat (27/9/2013).
Jero menjelaskan, alasannya mengajak para pemilik kendaraan bermotor untuk beralih, karena melihat perekonomian Indonesia yang sedang tumbuh baik. Hal itu berdasarkan data penjualan kendaraan bermotor, dimana hingga September 2013 sudah 1,2 juta unit mobil yang terjual, sementara untuk motor mencapai angka 7 juta unit.
"Semua motor dan mobil yang baru itu setelah keluar dari dealer langsung mampir ke SPBU. Isi BBM-nya semua full tanki. Pemerintah tidak bisa melarang. Belum lagi kendaraan yang sudah tua, yang boros BBM itu," ujarnya.
Kondisi ini membuat pemerintah mau tidak mau harus memenuhi kebutuhan BBM itu. Tentu saja kondisi ini sangat boros, dan beban bagi APBN juga sangat besar. Pertamina harus impor BBM senilai USD150 juta per hari untuk beli BBM.
"Padahal, kekuatan impor BBM kita hanya cukup untuk 21 hari dalam sebulan. Bila negara-negara pengekspor terjadi apa-apa, situasi politik tidak membaik, maka bangkrutlah Indonesia, semua akan mati," jelasnya.
Sehingga penggunaan BBG untuk kendaraan bermotor ini diyakini bisa mengurangi angka import BBM, jauh lebih hemat anggaran serta ramah lingkungan. Kebijakan menggeser kebutuhan bahan bakar ke gas sangat penting.
Wacik mencontohkan, bila satu mobil menggunakan 10 liter BBM perhari, maka ketika dia beralih ke BBG, akan hemat Rp 49 ribu perhari. Bila ada 1 juta mobil di Indonesia yang sudah menggunakan BBG, maka perhari sama dengan menghemat Rp 49 miliar. Itu pun kalau dia hanya menggunakan 10 liter perhari. Kalau lebih dari itu maka diperkirakan bisa hemat Rp 100 miliar perhari.
Target utama BBG untuk kendaraan adalah seluruh kendaraan dinas di seluruh Indonesia. Saat ini TransJakarta sudah menggunakan BBG. Tahun depan akan datang lagi 1.000 unik TransJakarta dan juga semuanya sudah komit pakai BBG. Belum lagi taksi dan bajaj. Kementerian ESDM juga sudah mengratiskan seluruh kendaraan TNI Polri untuk dipasang BBG.
"Kita berharap seluruh Pemda di Indonesia bisa proaktif menggunakan BBG untuk seluruh kendaraan dinas lainnya," tandasnya.[bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3380 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1696 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 803 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan