Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 24 September 2026
Jakarta Menggertak, Canberra Melunak
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Gertakan dari Jakarta dalam kasus penyadapan sejumlah petinggi Indonesia termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono oleh Australia membuat Perdana Menteri Tony Abbott melunak.
Melunaknya sikap Abbott mulai ditunjukkan setelah Presiden SBY Rabu (21/11/2013) menyampaikan sikapnya secara resmi, dan menyinggung mengenai kuatnya hubungan di antara Indonesia dan Australia. Presiden SBY secara dramatis menaikkan tensi tekanan terhadap Negeri Kanguru dengan memerintahkan penghentian latihan bersama dengan Tentara Australia di Darwin.
Presiden SBY menuntut tiga hal dari Negeri Kanguru, yaitu adanya penjelasan resmi dan tanggung jawab Australia terhadap isu penyadapan ini serta peninjauan di beberapa area kerjasama. Presiden SBY juga meminta kepada rakyat Indonesia baik itu karyawan, diplomat atau mahasiswa agar tetap tenang dalam menghadapi isu penyadapan ini. Dia mengaku Pemerintah Indonesia harus mengatasi permasalahan ini secara rasional.
Ditambah gempuran media, sikap Perdana Menteri Australia Tony Abbott melunak juga. Di hadapan sidang Parlemen kemarin, Abbott menyatakan penyesalannya atas rasa malu yang dihadapi Presiden SBY gara-gara pemberitaan media soal aksi spionase Badan Intelijen Australia (DSD).
Harian Sydney Morning Herald (SMH), melansir Abbott berjanji akan segera menyelesaikan isu penyadapan ini. Abbott kembali menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga hubungan erat dengan Indonesia, karena hal itu demi kepentingan kedua negara.
Pengamat hubungan internasional Universitas Diponegoro Semarang Dr. Rr. Hermini menyarankan, pemerintah saat ini perlu menguatkan teknologi untuk mencegah terjadinya insiden penyadapan serupa terulang kembali, daripada "persona non grata". Ia mengingatkan pemerintah RI untuk tidak gegabah menyikapi soal penyadapan oleh negara lain.
Dengan melunaknya Canberra dan sikap rasional Jakarta, hanya soal waktu, isu penyadapan ini akan berlalu. Gertakan Jakarta itu sebagai koreksi atas arogansi Abott dan Australia.
Bagaimanapun, RI adalah negara terbesar di Asia Tenggara dan menjadi jangkar stabilitas di Asia. Australia harus bercermin diri dan melihat punggungnya sendiri agar tidak lagi menonjolkan arogansi. Canberra harus sadar bahwa di Jakarta masih berlaku pepatah Betawi, ‘lu jual, ane beli’. [bbn/inilah.com/berbagai sumber]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8336 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5762 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3606 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2436 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar