Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
KPUD Bali Himbau Ogoh-ogoh Tak Bernuansa Politis
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua KPUD Bali, Dewa Kadek Wiarsa Raka Sandhi menghimbau agar pawai ogoh-ogoh atau patung raksasa dari kertas tidak bernuansa politis. Komisi Pemilihan Umum Daerah Bali beralasan, jika pawai ogoh-ogoh bernuansa politis dilakukan jelang hari raya Nyepi yang jatuh pada 30 Maret 2014 berdekatan dengan pelaksanaan pemilu pada 9 April 2014 maka dikhawatirkan akan berdampak terhadap suhu politik di Pulau Dewata.
"Saya berharap kepada warga Bali untuk memisahkan antara kepentingan agama dan politik. Ogoh-ogoh merupakan representasi agama, sementara pemilu kepentingan politik. Saya harap perhelatan yang berdekatan jangan saling menunggangi," ujar Raka Sandi di Denpasar, Sabtu (18/1/2014).
KPUD Bali, kata Raka Sandi, akan berkoordinasi dengan instansi terkait yang memiliki kewenangan terhadap perhelatan pawai ogoh-ogoh seperti Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) maupun instansi terkait lainnya.
Koordinasi itu, sambung Raka Sandi, agar ogoh-ogoh yang dibuat warga tidak mencerminkan kepentingan politik tertentu yang bisa menimbulkan gesekan antar warga. "KPUD Bali tak memiliki kewenangan melakukan pelarangan terhadap pelaksanaan pawai ogoh-ogoh. Biar nanti MUDP, PHDI, pemerintah dan aparat keamanan yang membicarakan hal itu," jelasnya.
Meski begitu, Raka Sandi mengimbau agar bentuk ogoh-ogoh yang dibuat warga tak mencerminkan kepentingan politik tertentu. "Kami mengimbau agar ogoh-ogoh yang dibuat warga netral dan jauh dari segala macam unsur politik. Selaku penyelenggara pemilu, kami tidak ingin ada yang menjadi korban dalam ini," tegasnya
Sebagai institusi penyelenggara pemilu, KPUD Bali berharap agar perhelatan pesta demokrasi lima tahunan itu berjalan lancar, aman dan tertib. "Soal teknisnya nanti, utamanya berkaitan dengan ogoh-ogoh, kita perlu duduk bersama membicarakan hal tersebut," pintanya.
Seperti diketahui, ogoh-ogoh merupakan patung raksasa yang dibuat warga Bali sehari sebelum pelaksanaan Nyepi atau biasa disebut malam pengerupukan. Ogoh-ogoh biasa dibuat dari kertas dan bambu atau stereoform. Ogoh-ogoh merupakan patung raksasa simbol butakala. Namun menjelang pemilu, dikhawatirkan patung ogoh-ogoh dimodifikasi untuk kepentingan politik tertentu.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2938 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun