Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




KPUD Bali Himbau Ogoh-ogoh Tak Bernuansa Politis

Sabtu, 18 Januari 2014, 16:24 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ketua KPUD Bali, Dewa Kadek Wiarsa Raka Sandhi menghimbau agar pawai ogoh-ogoh atau patung raksasa dari kertas tidak bernuansa politis. Komisi Pemilihan Umum Daerah Bali beralasan, jika pawai ogoh-ogoh bernuansa politis dilakukan jelang hari raya Nyepi yang jatuh pada 30 Maret 2014 berdekatan dengan pelaksanaan pemilu pada 9 April 2014 maka dikhawatirkan akan berdampak terhadap suhu politik di Pulau Dewata.

"Saya berharap kepada warga Bali untuk memisahkan antara kepentingan agama dan politik. Ogoh-ogoh merupakan representasi agama, sementara pemilu kepentingan politik. Saya harap perhelatan yang berdekatan jangan saling menunggangi," ujar Raka Sandi di Denpasar, Sabtu (18/1/2014).

KPUD Bali, kata Raka Sandi, akan berkoordinasi dengan instansi terkait yang memiliki kewenangan terhadap perhelatan pawai ogoh-ogoh seperti Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) maupun instansi terkait lainnya.

Koordinasi itu, sambung Raka Sandi, agar ogoh-ogoh yang dibuat warga tidak mencerminkan kepentingan politik tertentu yang bisa menimbulkan gesekan antar warga. "KPUD Bali tak memiliki kewenangan melakukan pelarangan terhadap pelaksanaan pawai ogoh-ogoh. Biar nanti MUDP, PHDI, pemerintah dan aparat keamanan yang membicarakan hal itu," jelasnya.

Meski begitu, Raka Sandi mengimbau agar bentuk ogoh-ogoh yang dibuat warga tak mencerminkan kepentingan politik tertentu. "Kami mengimbau agar ogoh-ogoh yang dibuat warga netral dan jauh dari segala macam unsur politik. Selaku penyelenggara pemilu, kami tidak ingin ada yang menjadi korban dalam ini," tegasnya

Sebagai institusi penyelenggara pemilu, KPUD Bali berharap agar perhelatan pesta demokrasi lima tahunan itu berjalan lancar, aman dan tertib. "Soal teknisnya nanti, utamanya berkaitan dengan ogoh-ogoh, kita perlu duduk bersama membicarakan hal tersebut," pintanya.

 

Seperti diketahui, ogoh-ogoh merupakan patung raksasa yang dibuat warga Bali sehari sebelum pelaksanaan Nyepi atau biasa disebut malam pengerupukan. Ogoh-ogoh biasa dibuat dari kertas dan bambu atau stereoform. Ogoh-ogoh merupakan patung raksasa simbol butakala. Namun menjelang pemilu, dikhawatirkan patung ogoh-ogoh dimodifikasi untuk kepentingan politik tertentu.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami