Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Uji Coba Sirene Tsunami Setiap Tanggal 26

Jumat, 12 September 2014, 04:27 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/net/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Warga diharapkan tidak kawatir jika adanya bunyi sirine tanda tsunami tiap tanggal 26 setiap bulannya. Dibunyikannya sistem peringatan dini atau Early Warning System itu sebagai uji coba tanggap bencana tsunami di sejumlah kawasan pantai Kabupaten Badung. Kepala BPBD Kabupaten Badung, Nyoman Wijaya menyatakan setiap tanggal 26 tiap bulannya memang merupakan waktu berkala uji coba sirine yang dibunyikan terkait kesiapsiagaan bencana tsunami.

"Apabila sirine tersebut berbunyi selain tanggal 26 itu dan disertai gempa bumi yang berkekuatan 7 skala richter. Itu merupakan bahaya tsunami," jelas Wijaya dalam keterangannya, Kamis 11 September 2014.

Wijaya melanjutkan dibunyikannya  sirine tanda tsunami setiap tanggal 26 dilakukan khusus dari Pusdalops Propinsi Bali. "Kita harap masyarakat sendiri tidak terkecoh jika sirine tersebut dibunyikan tanggal 26, namun ternyata benar ada ancaman tsunami. Kendati memang sudah ada tanda gempa bumi," ungkap Wijaya.

Wijaya mengaku tidak ada kekhususan bunyi sirine sebagai pembeda uji dengan bunyi tsunami sebenarnya. "Untuk sementara memang belum ada pembeda, tapi kedepan itu bisa dimasukan usulan," jelas Wijaya.

Dilain pihak, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Badung, Wayan Netra menerangkan jika dibunyikannya sirine setiap tanggal 26 pada jam 10 pagi oleh BPBD Propinsi, karena mengambil historis waktu yang sama saat kejadian tsunami di aceh yaitu tanggal 26 jam 10 tahun 2004.

"Spesifik bunyi sirinenya bila uji coba adalah volume suaranya yang diperkecil dari suara semula, dan ada nada setelah bunyi sirine, yang menerangkan sebagai ujicoba. Untuk bahasanya disediakan dalam dua versi, yaitu Inggris dan Indonesia. Durasi bunyinya cuman 1 menit," terang Netra.

Netra menuturkan jika sirine tanda tsunami berbunyi pas kejadian tsunami, volumenya lebih keras yang mencapai radius 6 Km, yang menyebar ke kiri 3 km dan ke kanan 3 km.

"Dan tersebar di beberapa titik kawasan pantai, sehingga jika sirine berbunyi di Tanjung Benoa, maka akan cukup keras di dengar sampai ke Tuban," pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami