Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Uji Coba Sirene Tsunami Setiap Tanggal 26
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Warga diharapkan tidak kawatir jika adanya bunyi sirine tanda tsunami tiap tanggal 26 setiap bulannya. Dibunyikannya sistem peringatan dini atau Early Warning System itu sebagai uji coba tanggap bencana tsunami di sejumlah kawasan pantai Kabupaten Badung. Kepala BPBD Kabupaten Badung, Nyoman Wijaya menyatakan setiap tanggal 26 tiap bulannya memang merupakan waktu berkala uji coba sirine yang dibunyikan terkait kesiapsiagaan bencana tsunami.
"Apabila sirine tersebut berbunyi selain tanggal 26 itu dan disertai gempa bumi yang berkekuatan 7 skala richter. Itu merupakan bahaya tsunami," jelas Wijaya dalam keterangannya, Kamis 11 September 2014.
Wijaya melanjutkan dibunyikannya sirine tanda tsunami setiap tanggal 26 dilakukan khusus dari Pusdalops Propinsi Bali. "Kita harap masyarakat sendiri tidak terkecoh jika sirine tersebut dibunyikan tanggal 26, namun ternyata benar ada ancaman tsunami. Kendati memang sudah ada tanda gempa bumi," ungkap Wijaya.
Wijaya mengaku tidak ada kekhususan bunyi sirine sebagai pembeda uji dengan bunyi tsunami sebenarnya. "Untuk sementara memang belum ada pembeda, tapi kedepan itu bisa dimasukan usulan," jelas Wijaya.
Dilain pihak, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Badung, Wayan Netra menerangkan jika dibunyikannya sirine setiap tanggal 26 pada jam 10 pagi oleh BPBD Propinsi, karena mengambil historis waktu yang sama saat kejadian tsunami di aceh yaitu tanggal 26 jam 10 tahun 2004.
"Spesifik bunyi sirinenya bila uji coba adalah volume suaranya yang diperkecil dari suara semula, dan ada nada setelah bunyi sirine, yang menerangkan sebagai ujicoba. Untuk bahasanya disediakan dalam dua versi, yaitu Inggris dan Indonesia. Durasi bunyinya cuman 1 menit," terang Netra.
Netra menuturkan jika sirine tanda tsunami berbunyi pas kejadian tsunami, volumenya lebih keras yang mencapai radius 6 Km, yang menyebar ke kiri 3 km dan ke kanan 3 km.
"Dan tersebar di beberapa titik kawasan pantai, sehingga jika sirine berbunyi di Tanjung Benoa, maka akan cukup keras di dengar sampai ke Tuban," pungkasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2970 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2054 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2029 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun