Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Warga Mengwi Olah Sampah Plastik Jadi BBM
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di tengah rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin melambung tinggi, salah seorang warga Bali justru berhasil mengolah sampah plastik menjadi BBM. Ide kreatif itu datang dari Ida Bagus Ketut Atmaja, seorang pengepul sampah plastik di Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Dari pemikirannya, Atmaja mampu mengolah 1 kilogram sampah plastik yang dapat menghasilkan 1 kilogram BBM.
Keberhasilan itu muncul setelah, Atmaja berkeinginan memutus mata rantai peredaran sampah plastik yang merusak lingkungan. Atmaja mengaku ilmu mengolah ia pelajari dari internet terutama keberhasilan Korea Selatan mengubah sampah plastik menjadi solar.
"Daripada sampah dibakar percuma, kenapa tidak disuling saja biar berguna. Lama saya pelajari dan uji coba, akhirnya berhasil juga. Alat ini saya rakit sendiri. Jadi, belum tahu berapa ngabisinnya. Tapi, sudah bisa menghasilkan bahan bakar kok," ungkap Atmaja.
Lebih jauh Atmaja memaparkan jika berbekal alat pembakaran dan penyulingan atau reaktor firolisis hasil rakitannya sendiri mampu mengubah jenis plastik apapun menjadi bahan bakar minyak. Saat ini ia memprioritaskan plastik dari kresek dan botol air kemasan.
"Alat saya sederhana yaitu iga tabung disambungkan ke selang besi. Prosesnya pun tergolong mudah. Plastik dimasukan pada tabung, kemudian dibakar dengan gas elpiji seperti yang dipakai untuk masak sehari-hari di rumah tangga," paparnya.
Sementara, proses pembakaran akan mengeluarkan cairan bahan bakar. Cairan bahan bakar itu ditampung dalam wadah botol. Proses penyulingan sendiri tak memakan waktu banyak, hanya setengah jam saja. Menurutnya, satu kilogram plastik bisa menghasilkan satu liter cairan bahan bakar.
"Hasil sulingan tersebut memang belum menghasilkan jenis bahan bakar tertentu, namun masih tercampur ada bensin, solar dan minyak tanah. Mungkin perlu tahap berikutnya. Saya masih mengkajinya," pungkas Atmaja.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5993 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2654 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2315 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan