Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Warga Mengwi Olah Sampah Plastik Jadi BBM
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di tengah rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin melambung tinggi, salah seorang warga Bali justru berhasil mengolah sampah plastik menjadi BBM. Ide kreatif itu datang dari Ida Bagus Ketut Atmaja, seorang pengepul sampah plastik di Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Dari pemikirannya, Atmaja mampu mengolah 1 kilogram sampah plastik yang dapat menghasilkan 1 kilogram BBM.
Keberhasilan itu muncul setelah, Atmaja berkeinginan memutus mata rantai peredaran sampah plastik yang merusak lingkungan. Atmaja mengaku ilmu mengolah ia pelajari dari internet terutama keberhasilan Korea Selatan mengubah sampah plastik menjadi solar.
"Daripada sampah dibakar percuma, kenapa tidak disuling saja biar berguna. Lama saya pelajari dan uji coba, akhirnya berhasil juga. Alat ini saya rakit sendiri. Jadi, belum tahu berapa ngabisinnya. Tapi, sudah bisa menghasilkan bahan bakar kok," ungkap Atmaja.
Lebih jauh Atmaja memaparkan jika berbekal alat pembakaran dan penyulingan atau reaktor firolisis hasil rakitannya sendiri mampu mengubah jenis plastik apapun menjadi bahan bakar minyak. Saat ini ia memprioritaskan plastik dari kresek dan botol air kemasan.
"Alat saya sederhana yaitu iga tabung disambungkan ke selang besi. Prosesnya pun tergolong mudah. Plastik dimasukan pada tabung, kemudian dibakar dengan gas elpiji seperti yang dipakai untuk masak sehari-hari di rumah tangga," paparnya.
Sementara, proses pembakaran akan mengeluarkan cairan bahan bakar. Cairan bahan bakar itu ditampung dalam wadah botol. Proses penyulingan sendiri tak memakan waktu banyak, hanya setengah jam saja. Menurutnya, satu kilogram plastik bisa menghasilkan satu liter cairan bahan bakar.
"Hasil sulingan tersebut memang belum menghasilkan jenis bahan bakar tertentu, namun masih tercampur ada bensin, solar dan minyak tanah. Mungkin perlu tahap berikutnya. Saya masih mengkajinya," pungkas Atmaja.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3899 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2996 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2058 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2032 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1817 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun