Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pasek: SBY Sudah Tak Layak Pimpin Demokrat

Minggu, 21 Desember 2014, 17:02 WITA Follow
Beritabali.com

bbcom/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama 10 tahun menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dinilai terjadi penurunan dan rapornya buruk. Hal itu dikemukakan Politisi Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika di Denpasar, Bali, Minggu 21 Desember 2014.

"Saya tidak menyebut SBY gagal memimpin partai selama ini. Tetapi silahkan dinilai sendiri, apa bisa dikatakan sudah mampu mendongkrak partai selama ini," kata Pasek.

Anggota DPD RI itu menuturkan jika selama ini banyak persoalan di tubuh partai berlambang mercy itu. Bahkan lebih dari 20 orang kadernya kesandung kasus, namun tidak satupun ada pembelaan.

"Lihat saja jumlah kursi di DPR RI yang sebelumnya ada 140 kini menjadi 61 kursi. Masih banyak lagi kemerosotan selama kepemimpinan SBY selama ini. Semestinya bisa diperjuangkan untuk membenahi partai. Karenanya, perlu ada pergantian Ketum untuk perubahan struktural partai," ungkapnya.

Meski SBY tidak bisa dikatakan gagal dalam memimpin negara dan selama 10 tahun pemerintahan SBY sangat sukses. Namun, sukses dipemerintahan belum tentu sukses di struktural partai.

"Nilailah sendiri, beliau itu sudah semestinya purnawiran jadi tinggal melihat saja tidak perlu lagi maju dan harus legowo," tegas Pasek.

Pasek ingin maju menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lantaran banyak KKN di tubuh Partai Demokrat. Ia memaparkan bahwa ada sepupu SBY jadi bendahara, ada anaknya jadi Sekjen, keponakan dan saudara lainnya menjadi pengurus di tubuh Partai Demokrat.

"Partai Demokrat ini sudah tidak sehat. Harus segera dibenahi, masak semua keluarganya (SBY) sebagai pengurus Partai.

Ini yang membuat saya harus berani maju," tandasnya sambil menyatakan ia didukung penuh oleh Anas Urbanisngrum dalam pencalonan sebagai Ketum.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami