Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Munas Golkar Ancol Dihadiri Peserta yang Telah Meninggal
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di Ancol (Munas Ancol) yang digelar kubu Agung Laksono akhir tahun lalu ternyata dilalui dengan proses yang penuh kebohongan dan rekayasa.
Hal itu diungkapkan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, I Wayan Gunawan melalui sambungan telepon, sesaat setelah tiba di Denpasar, Kamis 12 Maret 2015.
Menurutnya, Golkar kubu Agung Laksono disebut memalsukan mandat peserta Munas. Salah satu pemalsuan mandat yang berhasil diungkap adalah mandat seorang peserta yang sudah meninggal dunia dari DPD II Golkar Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Gunawan adalah salah satu peserta yang mengikuti konsolidasi seluruh DPD Partai Golkar oleh Aburizal Bakrie (ARB) di Jakarta selama dua hari terakhir. "Banyak sekali kebohongan di Munas Ancol," ungkap Gunawan.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali ini mengaku dengan berbagai kebohongan dan pemalsuan mandat itulah yang melatarbelakangi akhirnya Aburizal Bakrie (ARB) melaporkan Agung Laksono ke Bareskrim Polri beberapa hari lalu. Gunawan bahkan melihat langsung dokumen pemalsuan itu dan ikut serta dalam rombongan ARB melaporkan kubu Agung Laksono ke Bareskrim Polri.
"Peserta dari DPD Sumenep sudah meninggal dunia tapi mandatnya diterima untuk mengikuti Munas Ancol. Munas itu dihadiri oleh peserta yang sudah meninggal," tutur Gunawan.
Gunawan juga mengungkap ada peserta Munas Ancol dari Bali yang memalsukan mandat. Namun, ia enggan menyebutkan nama peserta Munas dan nama DPD tersebut.
"Saya tak perlu menyebutkannya karena saya sudah tahu semua siapa yang ikut dari Bali. Bahkan apa yang mereka lakukan di sana (Jakarta). Saya sudah lihat semua datanya di sana," tandasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun